Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi era digital.
Program Pelatihan Coding Mama dan Difabel Batch 5 yang resmi ditutup pada Kamis (11/12/2025) di Kantor Otorita IKN, telah menghasilkan lulusan-lulusan baru yang kini siap menjadi motor penggerak ekonomi digital, khususnya dalam memanfaatkan keterampilan digital marketing.
Selain itu, Otorita IKN juga meresmikan Comdif Digital Nusantara, sebuah kelompok alumni yang bertujuan memastikan keberlanjutan pembelajaran, kolaborasi, dan penguatan jejaring bagi para peserta di wilayah delineasi IKN.
Program Coding Mama dan Difabel dirancang secara spesifik untuk mengatasi kesenjangan digital (digital gap) di kalangan ibu rumah tangga dan sahabat difabel.
Baca juga: Komisi XI DPR RI Restui Penuh Kelanjutan Pembangunan IKN
Segmen ini merupakan kunci dalam mempercepat literasi digital di tingkat komunitas.
Pelatihan intensif berlangsung selama 10 minggu, mulai September hingga November 2025, dengan tiga fokus kelas inti yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar:
Peserta pelatihan ini berasal dari lima kecamatan di wilayah delineasi IKN yakni Muara Jawa, Sepaku, Samboja, Samboja Barat, dan Loa Janan.
Baca juga: Menteri Sarawak Bawa Proposal ke IKN, Bangun Jalur Kereta Lintas 3 Negara
Keterlibatan ini memastikan bahwa manfaat literasi digital langsung menyebar ke area penyangga IKN.
Otorita IKN menunjukkan komitmennya terhadap inovasi pembelajaran dengan memperkenalkan penggunaan learning management system (LMS) melalui platform Edutara.
Platform yang dikembangkan langsung oleh IKN ini menjadi salah satu hal baru dalam pelaksanaan Batch 5.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital IKN, Tonny Agus Setiono, menegaskan bahwa penyempurnaan metode belajar akan terus dilakukan.
Baca juga: Air Borneo Siap Buka Rute Penerbangan Langsung ke IKN
Penggunaan LMS seperti Edutara memungkinkan peserta, khususnya ibu rumah tangga, untuk belajar secara fleksibel tanpa meninggalkan pekerjaan utama maupun tanggung jawab keluarga mereka.
"Menurut saya, mengikuti pelatihan ini adalah keputusan terbaik saya tahun ini sebagai ibu rumah tangga yang ingin berkembang di era digital,” ungkap Mustika Handayani, salah satu peserta dari kelas digital marketing.
Keberhasilan program ini tidak berhenti pada penutupan pelatihan. Peresmian Comdif Digital Nusantaramenjadi penanda komitmen IKN terhadap keberlanjutan pemberdayaan.
Kelompok alumni ini diharapkan menjadi wadah pendorong untuk mengajarkan kembali ilmu yang diperoleh kepada masyarakat sekitar (training the trainers), dan memperkuat jejaring UMKM digital di kawasan IKN.
Baca juga: Strategi BI Kaltim Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Tekan Ketergantungan Batubara
Hasil program ini menunjukkan peningkatan kemampuan peserta secara signifikan. Mereka kini memiliki keterampilan praktis untuk berkarya dan memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mempromosikan UMKM hingga membangun website sederhana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya