Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semalam, Bahlil Tour Eksklusif IKN, Basuki Jadi Pemandunya

Kompas.com, 13 Januari 2026, 15:45 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ada energi yang berbeda saat Kepala Negara yang disambut para pembantunya, menginjakkan kaki di tanah Ibu Kota Nusantara (IKN) selepas senja.

Udara Kalimantan yang lembap berpadu dengan pendar lampu futuristik dari bangunan-bangunan monumental yang kini bukan lagi sekadar maket di atas meja kerja.

Baca juga: Raksasa Artha Graha Ekspansi di IKN, Ini Barisan Bisnisnya

Semalam, suasana khidmat namun penuh optimisme menyelimuti kedatangan Presiden Prabowo Subianto yang didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Melalui unggahan akun Instagram terbarunya, Bahlil membagikan fragmen perjalanan "sidak" kenegaraan ini.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Bahlil Lahadalia (@bahlillahadalia)

Memastikan Jantung Pemerintahan Siap Berdenyut

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di IKN bukanlah kunjungan seremonial biasa. Fokus utama Kepala Negara adalah melakukan peninjauan mendalam terhadap progres pembangunan dan memastikan kesiapan infrastruktur utama sebagai pusat pemerintahan masa depan.

"Semalam, (Senin, 12 Januari 2025), saya tiba di IKN untuk mendampingi Bapak Presiden Prabowo yang akan meninjau progres pembangunan dan kesiapan infrastruktur utama," tulis Bahlil.

Baca juga: Temaram Senja di Nusantara: Sebuah Ode untuk Kemegahan Istana Negara

Langkah kaki para pemangku kepentingan di IKN ini mengirimkan pesan kuat ke dunia internasional: Indonesia serius dalam memindahkan pusat gravitasi kepemimpinannya.

Di bawah sorotan lampu yang menyinari pilar-pilar putih setinggi puluhan meter, Bahlil tampak memperhatikan setiap detail fisik bangunan yang telah mencapai tahap akhir penyelesaian.

Tur Eksklusif Bersama Sang "Arsitek" Basuki Hadimuljono

Tidak hanya mendampingi Presiden, Bahlil juga menyempatkan diri untuk berkeliling meninjau titik-titik krusial lainnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Tak tanggung-tanggung, "pemandu wisatanya" adalah sosok di balik layar ketangguhan fisik IKN, yakni Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Baca juga: Siapa Kontraktor Pelaksana Tol IKN Seksi 3A yang Ambles 8 Januari?

"Saya juga diajak berkeliling oleh Kepala Otorita IKN Pak Basuki untuk melihat sejumlah titik yang telah dibangun dan terus disempurnakan," tambah Bahlil.

Sinergi antara Bahlil, sebagai representasi energi dan investasi, dengan Basuki, sebagai panglima infrastruktur memperlihatkan betapa IKN kini sedang disiapkan untuk menjadi kota mandiri yang smart dan hijau.

Dari area sumbu kebangsaan hingga penataan lanskap yang dipenuhi pohon endemik, setiap sudut IKN kini sedang bersolek menuju target penyelesaian besar pada tahun 2026 ini.

Foto-foto yang beredar memperlihatkan interaksi santai namun serius antara Bahlil, Basuki, Gubernur Kalimantan Timur, Rahmad Mas'ud, dan Wali Kota Balikpapan Rudy Mas'ud.

Baca juga: Pertamina Masuk IKN, Basuki Percepat Birokrasi: Eman-eman Kalau Lama

Konvergensi para pemimpin muda dan senior ini di Bukit Bendera ini menggambarkan transisi kepemimpinan yang harmonis.

IKN bukan lagi sekadar proyek "pindah kantor", melainkan upaya menciptakan ekosistem hidup di mana teknologi, alam, dan birokrasi yang adaptif bersatu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau