Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Membedah Kesiapan Bandara Nusantara IKN untuk Penerbangan Komersial

Kompas.com, 16 Januari 2026, 11:19 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah bersiap untuk beroperasi secara komersial pada tahun 2026 ini.

Namun, sebelum resmi beroperasi komersial, ada sebuah detail teknis yang sering kali luput dari pandangan mata awam saat kita membicarakan kemegahan sebuah bandara internasional.

Jika arsitektur terminal adalah wajahnya, maka landasan pacu atau runway adalah otot dan tulangnya.

Aspek "otot" ini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati penerbangan, terutama dengan adanya transisi regulasi global yang mengatur klasifikasi kekuatan perkerasan landasan.

Mungkin kita masih terbiasa dengan istilah Pavement Classification Number (PCN). Namun, dunia penerbangan sipil internasional kini telah bergeser.

Baca juga: Seskab Teddy Puji Basuki yang Konsisten Gunakan HP Nokia Lawas

Mengikuti mandat terbaru dari International Civil Aviation Organization (ICAO), sistem lama tersebut mulai ditinggalkan dan digantikan oleh sistem yang lebih presisi, yakni Pavement Classification Rating (PCR) tepat November 2024 lalu.

Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, menjelaskan, Bandara Internasional Nusantara telah mengadopsi standar mutakhir ini sejak jauh hari untuk menjamin kesiapan operasional pesawat berbadan lebar (wide-body) di masa depan.

“Perlu dipahami bahwa sekarang regulasi ICAO sudah berubah. Semula PCN, sekarang istilahnya menjadi PCR. Untuk Bandara Internasional Nusantara sendiri, data kekuatan landasan telah kami rilis secara resmi untuk memastikan transparansi dan standar keselamatan global,” ujar Imam kepada Kompas.com, Jumat (9/1/2026).

Menara ACT Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Menara ACT Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Impresif

Data yang dipublikasikan per 12 Juni 2025 berbarengan dengan sertifikat bandara tersebut, menunjukkan angka-angka yang cukup impresif dan mencerminkan rigiditas yang direncanakan untuk jangka panjang.

Untuk segmen Runway dan Taxiway, angka yang dipublikasikan adalah 790 F/C/X/T. Sementara itu, bagian Apron, tempat pesawat parkir dan melakukan bongkar muat, memiliki kekuatan yang lebih tinggi lagi, yakni 1180 R/C/X/T.

Bagi orang awam, deretan angka dan huruf ini mungkin terlihat seperti kode rahasia. Namun, bagi para insinyur dan pilot, ini adalah jaminan keamanan.

Baca juga: Kehadiran RDMP Jawab Kemacetan Distribusi BBM di Penyangga IKN

Mari kita bedah sedikit maknanya. Angka 790 pada landasan pacu menunjukkan kapasitas beban yang sangat besar, yang memungkinkan bandara ini melayani pesawat-pesawat seberat Boeing 777 atau Airbus A350 dengan muatan penuh tanpa risiko kerusakan pada struktur perkerasan.

Kode F/C/X/T memberikan informasi lebih spesifik. F menunjukkan perkerasan lentur (flexible), sementara C berarti sub-grade atau tanah dasar yang memiliki kekuatan kategori sedang.

Adapun X merujuk pada tekanan ban maksimum yang diperbolehkan (kategori sangat tinggi), dan T adalah metode penilaian teknis yang digunakan.

Sementara itu, angka 1180 pada Apron dengan kode R (Rigid) menunjukkan bahwa area parkir pesawat ini menggunakan perkerasan kaku atau beton.

Baca juga: Menetap di Tengah Hutan demi Janji Peradaban, Dedikasi Basuki buat IKN

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau