Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kunjungan Presiden Prabowo Pertegas Keberlanjutan Pembangunan IKN

Kompas.com, 13 Januari 2026, 22:16 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Lanskap geopolitik Indonesia memasuki babak krusial saat roda kendaraan taktis Maung Garuda melintasi aspal mulus di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 12 hingga 13 Januari 2026, bukan sekadar kunjungan kerja rutin seorang kepala negara.

Peristiwa ini merupakan artikulasi politik yang mendalam sekaligus penegasan doktrinal bahwa transisi kepemimpinan nasional membawa misi keberlanjutan bagi pembangunan IKN sebagai Proyek Strategis Nasional.

Baca juga: Kunjungi IKN, Wamendagri Bima Arya Minum Air Langsung dari Keran

Penekanan pada aspek keberlanjutan ini dikonfirmasi secara lugas oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Menurutnya, kehadiran Presiden di lapangan memberikan legitimasi moral dan operasional yang sangat dibutuhkan oleh seluruh pemangku kepentingan.

"Saya mendampingi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo, dalam kunjungan kerja Beliau ke IKN sebagai penegasan komitmen pemerintah untuk mengawal keberlanjutan Nusantara sebagai Proyek Strategis Nasional," ujar Basuki, seperti diwartakan Antara, Selasa (13/1/2026).

Pernyataan ini menegaskan bahwa IKN merupakan amanat nasional yang diatur secara konstitusional dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025.

Baca juga: Semalam, Bahlil Tour Eksklusif IKN, Basuki Jadi Pemandunya

Kunjungan ini menyoroti pergeseran fokus pembangunan dari sekadar pengadaan infrastruktur fisik menuju penguatan pilar-pilar kebangsaan.

Hal ini terefleksi dengan jelas saat Presiden Prabowo memprioritaskan peninjauan lokasi pembangunan SMA Taruna Nusantara.

Bagi seorang pemimpin yang memiliki latar belakang pendidikan kedisiplinan yang kuat, pembangunan sumber daya manusia dipandang sebagai fondasi eksistensial bagi ibu kota masa depan.

Baca juga: Temaram Senja di Nusantara: Sebuah Ode untuk Kemegahan Istana Negara

Basuki menekankan bahwa langkah ini adalah wujud perhatian negara terhadap penguatan pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda yang nantinya akan mengisi struktur birokrasi dan kepemimpinan di pusat pemerintahan baru tersebut.

Catatan Kritis

Namun, restu dan dukungan ini tidak datang tanpa catatan kritis. Presiden Prabowo menunjukkan ketelitian manajerialnya dengan memberikan sejumlah instruksi serta koreksi teknis.

Perhatian khusus diberikan pada desain dan aspek fungsionalitas kompleks eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Baca juga: Raksasa Artha Graha Ekspansi di IKN, Ini Barisan Bisnisnya

Koreksi ini menjadi penting agar pembangunan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga ketepatan fungsi dan estetika yang mencerminkan martabat bangsa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan, Presiden secara spesifik meminta Otorita IKN dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan perbaikan berkelanjutan demi mewujudkan IKN sebagai "Ibu Kota Politik" yang ditargetkan tuntas pada tahun 2028.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau