Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Bakal Punya Concert Hall Kelas Dunia, Mulai Dibangun 2027

Kompas.com, 30 Januari 2026, 18:52 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) bersiap memperkuat posisinya sebagai mercusuar peradaban baru dengan menghadirkan fasilitas seni pertunjukan skala global.

Otorita IKN memproyeksikan pembangunan sebuah Concert Hall kelas dunia yang akan menjadi bagian dari Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara, dengan target realisasi fisik paling cepat pada tahun 2027.

Baca juga: Cerlang Nusantara Karya Yori Antar Juara Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN

Rencana ambisius ini mengemuka setelah proses sayembara desain Pusat Kebudayaan Nusantara IKN mencapai puncaknya pada Jumat (30/1/2026).

Desain bertajuk "Cerlang Nusantara" karya Tim Gregorius (Yori) Antar Awal resmi ditetapkan sebagai pemenang pertama, mengungguli 34 karya arsitektur lainnya melalui kurasi ketat yang memadukan nilai sejarah megalitikum dengan visi masa depan.

Prioritas Pembangunan dan Skema Pendanaan

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa Concert Hall merupakan satu dari enam bangunan utama yang direncanakan di kawasan tersebut.

Baca juga: Komisi VI DPR: Pembangunan IKN Tahap II Harus Diawasi secara Ketat

Saat ini, pihaknya tengah melakukan bedah Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk menentukan prioritas pembangunan di tengah ketersediaan anggaran.

Desain Cerlang Nusantara, pemenang Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara (PKN) di Ibu Kota Nusantara (IKN)Tim Yori Antar Awal Desain Cerlang Nusantara, pemenang Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara (PKN) di Ibu Kota Nusantara (IKN)
"Kami lihat RAB-nya dulu, baru kami bisa lihat ketersediaan anggaran yang masuk. Realisasinya saya kira kalau tidak (tahun ini), mungkin paling cepat 2027," ujar Basuki menjawab Kompas.com.

Basuki menambahkan bahwa pemerintah akan memilah proyek mana yang akan didanai melalui APBN dan mana yang akan dibuka bagi investasi swasta.

Baca juga: Ternyata, Investor Asing yang Resmi Masuk IKN Baru Satu, Siapa Dia?

Ia memberikan sinyal kuat bahwa fasilitas olahraga dan Concert Hall akan menjadi prioritas awal.

"Mana yang bisa kita lakukan dulu? Kelihatannya Concert Hall dan fasilitas olahraganya, supaya para talenta berbakat bisa unjuk kebolehan," imbuh Basuki.

Cerlang Nusantara karya Tim Gregorius Antar Awal memenangi Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara (PKN) di Ibn Kota Nusantara (IKN)Tim Yori Antar Awal Cerlang Nusantara karya Tim Gregorius Antar Awal memenangi Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara (PKN) di Ibn Kota Nusantara (IKN)
Filosofi "Cerlang Nusantara"

Desain yang akan diimplementasikan mengusung konsep intelektual sangat filosofis dengan makna mendalam.

Anggota Dewan Juri, Wiendu Nuryanti, mengungkapkan, kekuatan utama desain "Cerlang Nusantara" terletak pada keberanian mentransformasikan nilai tradisi tertua Nusantara ke dalam bentuk modern yang progresif.

Baca juga: Akhirnya, Raksasa Properti Dubai Resmi Investasi Rp 4 Triliun di IKN

"Salah satu hal yang paling kuat adalah keberhasilannya mentransformasikan nilai tradisi, contohnya megalitikum menjadi kuantum, menjadi sebuah percepatan dan kemajuan yang sangat signifikan. Akar arsitektur Nusantara-nya sangat kuat," jelas Wiendu.

Sejalan dengan itu, juri lainnya, Wicaksono Sarosa, menyoroti aspek inklusivitas ruang yang ditawarkan.

Desain ini hampir meniadakan batasan antara ruang indoor dan outdoor, yang dianggap sangat cocok dengan iklim dan visi IKN sebagai kota hutan.

Baca juga: Konsultan Asing: IKN Berhasil jika Ekosistem Lingkungan-Ekonomi Hidup

"Orang bisa menikmati berjalan, keluar-masuk seluruh kawasan ini. Kebanyakan kegiatan fasilitas kebudayaan ini nantinya bisa dilakukan di luar ruangan," tambah Wicaksono.

Kolaborasi dan Hak Cipta

Meskipun telah menetapkan pemenang utama, Otorita IKN membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk menyempurnakan fungsi bangunan di lapangan.

Basuki menegaskan bahwa hak cipta atas desain pemenang sayembara kini berada sepenuhnya di bawah Otorita IKN.

Baca juga: Gibran Dorong ASN Setwapres Segera Berkantor di IKN

"Ini copyright ada di Otorita. Jadi tidak harus pemenang satu, tapi bisa kolaborasi. Pasti nanti akan menjadi lebih baik," tegas Basuki.

Dengan kehadiran Concert Hall kelas dunia ini, IKN tidak hanya dipersiapkan sebagai pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang publik yang cair dan dinamis, tempat di mana manusia Nusantara kembali ke fitrahnya sebagai makhluk sosial yang berbudaya, berinteraksi di ruang terbuka, dan merayakan kemajuan tanpa meninggalkan akar tradisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau