Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com – Di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah simbol kemegahan baru mulai menampakkan wujud akhirnya.
Istana Wakil Presiden (Wapres) kini menjadi sorotan setelah terungkapnya fasilitas olahraga kelas dunia yang terintegrasi di dalam areanya, yakni sebuah kolam renang berstandar Olimpiade atau olympic size sepanjang 50 meter.
Baca juga: IKN Siap Tampung Pemindahan Tahap Awal ASN dari 16 Kementerian/Lembaga
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, membeberkan, progres fisik kompleks hunian dan kantor orang nomor dua di Indonesia tersebut kini telah mencapai titik puncak.
Kabar mengenai fasilitas kolam renang ini mencuat saat Basuki menceritakan kesan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap calon kantor barunya.
"Olympic size, 50 meter," tambah Basuki.
Kehadiran kolam renang ini bukan tanpa alasan. Selain sebagai sarana olahraga, secara arsitektural, elemen air seringkali digunakan untuk memberikan kesejukan alami di tengah iklim tropis Kalimantan yang lembap.
Baca juga: Keistimewaan Cerlang Nusantara IKN yang Bikin Dewan Juri Jatuh Cinta
Menurut Basuki, tidak ada catatan khusus atau keluhan dari sang Wapres. Sebaliknya, ada apresiasi terhadap fasilitas yang tersedia.
"Tidak ada catatan khusus. Bapak Wapres sudah merasa cocok, ada kolam renang di dalam. Ibu (Selvi Ananda) juga kemarin ke sini," ujar Basuki menjawab Kompas.com, Jumat (31/1/2026).
Di balik kemewahan fasilitasnya, Istana Wapres IKN mengusung filosofi desain yang mendalam, yakni Huma Betang Umai.
Secara harfiah, desain ini terinspirasi dari rumah panjang khas suku Dayak (Rumah Betang) yang dimaknai sebagai "Rumah Ibu".
Baca juga: Menteri Agama Dijadwalkan Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN
Sementara secara teknis, arsitektur ini menggabungkan prinsip keberlanjutan dan kerukunan, di mana ruang terbuka mengadopsi pola hunian komunal Dayak yang mengutamakan ruang bersama dan transparansi.
Kemudian desain atap dan aliran udara dirancang untuk meminimalkan penggunaan energi, serupa dengan konsep rumah panggung yang mengizinkan sirkulasi udara di bawah bangunan.
Adapun simbolisme "Umai" atau Ibu melambangkan perlindungan, pengayoman, dan kasih sayang, mencerminkan peran wapres sebagai sosok yang merangkul seluruh lapisan rakyat.
Meski secara fisik bangunan sudah mencapai 100 persen, Basuki menjelaskan bahwa tantangan berikutnya ada pada pengisian interior atau furnitur yang merupakan tanggung jawab Sekretariat Negara (Setneg).
"Progres fisiknya sudah selesai. Sekarang tinggal furniturnya. Kalau furnitur Istana Presiden dan Istana Wapres itu tanggung jawab Sesneg. Tergantung kalau furniture-nya belum siap, harus ada pengadaan lewat lelang, itu kan 45 hari," jelas pria yang akrab disapa Pak Bas tersebut.
Baca juga: IKN Bakal Punya Concert Hall Kelas Dunia, Mulai Dibangun 2027
Target fungsionalitas serta interior Istana Wapres ini diperkirakan akan rampung sepenuhnya dalam waktu dekat.
Keseriusan Wapres untuk segera berkantor di IKN terlihat dari mobilisasi sumber daya manusia.
Sebanyak 50 orang staf Wapres dilaporkan telah bersiap untuk menempati kantor baru mereka di IKN. Mereka bahkan sudah meninjau lokasi untuk memastikan kesiapan furnitur dan kenyamanan ruang kerja.
"Dia telah menugaskan 50 orang stafnya untuk persiapan-persiapan. Kemarin juga ada Deputi dan Kepala Biro Umum melihat furniture-nya," kata Basuki.
Para staf ini nantinya akan menempati Tower 1B ASN yang sudah disiapkan Otorita IKN.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang