Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tol IKN Dibuka Gratis, Jalur Pintas Mudik dan Konektivitas Kalimantan

Kompas.com, 14 Maret 2026, 18:15 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Suasana mudik di Kalimantan Timur selama ini kerap diwarnai cerita tentang antrean panjang di pelabuhan feri atau kemacetan di jalur poros Balikpapan-Samarinda.

Namun kali ini peta perjalanan berubah, menyusul pembukaan resmi Jalan Tol IKN secara fungsional untuk menunjang kelancaran arus mudik dan balik mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.

Pembukaan jalur ini merupakan upaya strategis mengalihkan beban lalu lintas dari arteri utama yang mulai kewalahan menampung volume kendaraan.

Tol IKN dengan koridor satwaOIKN Tol IKN dengan koridor satwa
Dua Gerbang, Satu Tujuan

Berbeda dengan operasional terbatas sebelumnya, kali ini Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur menyediakan dua akses masuk yang lebih fleksibel.

Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardana, merinci bahwa masyarakat bisa masuk melalui Gerbang Tol Manggar atau akses tambahan di Seksi 1B.

“Akses tambahan di Seksi 1B dapat dicapai melalui kawasan Ring Road Balikpapan Selatan dan Jalan Mulawarman, tepatnya dari jalur belakang Stadion Batakan di Balikpapan Timur,” ujar Yudi, Jumat (13/3/2026).

Tol IKNOIKN Tol IKN
Selama masa fungsional, tol ini beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA. Menariknya, pada hari H Idulfitri, jadwal pembukaan dimajukan menjadi pukul 05.00 WITA.

Kebijakan ini diambil demi memfasilitasi warga yang ingin melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Negara IKN, sebuah simbol baru religiusitas di kawasan inti pusat pemerintahan.

Pembatasan Golongan

Meski dibuka gratis, ada catatan kritis yang perlu diperhatikan pengguna jalan. Jalur ini masih berstatus fungsional, yang berarti kondisi teknisnya belum sesempurna jalan tol operasional penuh.

 

Jembatan Pulau Balang Tol IKNOIKN Jembatan Pulau Balang Tol IKN
Oleh karena itu, otoritas hanya mengizinkan kendaraan kecil atau Golongan I seperti mobil pribadi untuk melintas.

“Sepeda motor, bus, serta kendaraan angkutan barang atau truk tidak diperkenankan melintas selama masa operasional fungsional ini,” tegas Yudi.

Pembatasan ini untuk menjaga keselamatan, mengingat beberapa titik jalur masih dalam tahap penyempurnaan infrastruktur.

Tol IKNOIKN Tol IKN
Sebagai alternatif bagi pemudik motor, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Aswin Grandiarto Sukahar, menjelaskan, terdapat akses jalan melalui KIPP 1C yang akan dibuka.

Jalur ini diharapkan menjadi solusi bagi kendaraan roda dua yang menuju arah Sepaku agar tidak menumpuk di jalan raya lama.

Mengelola Antusiasme Warga

Seiring status IKN sebagai magnet wisata baru, arus mudik tahun ini diprediksi tidak hanya diisi oleh warga yang pulang kampung, tapi juga wisatawan lokal yang penasaran dengan progres pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Lonjakan trafik ini menuntut kedisiplinan tinggi.

Jalan KIPP 1BOIKN Jalan KIPP 1B
Staf Khusus sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengingatkan, fasilitas ini adalah fasilitas publik yang harus dijaga bersama. Keamanan tidak hanya bergantung pada rambu, tapi pada perilaku pengemudi di lapangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan jalur ini dengan tertib dan bertanggung jawab. Tetap patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas,” pesan Troy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau