Penulis
Robi menuturkan, dengan melibatkan 53 kawasan strategis dan menggandeng akademisi serta komunitas pesantren, PESAN 2026 mencoba menyusun profil ekonomi syariah yang lebih modern dan melek digital.
Meski potensinya besar, tantangan literasi keuangan syariah masih membayangi. Berdasarkan survei nasional, indeks literasi ekonomi syariah Indonesia berada di angka 28,01 persen pada tahun lalu.
"Angka ini menunjukkan masih ada ruang lebar untuk edukasi, terutama dalam pemanfaatan teknologi finansial syariah di kalangan pelaku usaha mikro di Penajam Paser Utara dan Paser," imbuh Robi.
Melalui workshop branding dan kemasan produk, BI berusaha menghapus stigma bahwa produk syariah hanya unggul di aspek religiusitas namun lemah di kualitas visual dan pemasaran.
"Targetnya produk lokal Kalimantan Timur harus mampu menembus pasar internasional melalui jalur ekspor halal," tuntas Robi.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.