Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komitmen Investasi Non-APBN di IKN Tembus Rp 72,39 Triliun

Kompas.com, 18 Mei 2026, 19:40 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Kehadiran proyek-proyek besar ini secara otomatis memicu pertumbuhan ekonomi akar rumput di kawasan sekitar.

Sektor sekunder seperti penyedia jasa makanan, minuman, dan ritel pemenuhan kebutuhan harian mulai beroperasi intensif seiring meningkatnya mobilitas pekerja konstruksi, aparatur sipil negara, serta kunjungan masyarakat umum.

Baca juga: Sektor Tambang dan IKN Bikin Proyek Komersial di Balikpapan Ini Ludes Terjual

Ekosistem bisnis harian ini ditandai dengan mulai masuknya jaringan ritel berskala nasional, salah satunya adalah merek kuliner Roti’O.

Kehadiran gerai komersial ini menjadi indikator bahwa pelaku usaha ritel menangkap potensi perputaran uang yang tinggi dari populasi baru di IKN.

“Sejak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Khusus untuk grand opening, itu ada lebih dari seratus orang (yang datang). Kalau di sini (IKN), mungkin akan ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan segala macem mungkin bakal di sini, bakal ramai untuk kedepannya,” ujar Harfi, Kepala Toko Roti O’ di IKN.

Merespons hal tersebut, Troy menambahkan, munculnya aktivitas komersial skala ritel merupakan fase krusial dalam pembentukan sebuah kota.

Sektor komersial dan pelaku usaha mulai membaca pergeseran demografi IKN sebagai pasar potensial yang menjanjikan.

Baca juga: Ancaman El Nino Mengintai, IKN Siagakan Sistem Penanganan Karhutla

Konvergensi antara pembangunan infrastruktur skala besar oleh korporasi dan aktivitas perdagangan harian masyarakat menjadi modal utama bagi keberlanjutan wilayah ini.

Hubungan timbal balik tersebut mempercepat transformasi kawasan yang semula berupa pusat kerja konstruksi menjadi kota yang mandiri.

Sinyal positif dari komitmen investasi ini sekaligus memperkuat argumentasi mengenai keberlanjutan pendanaan IKN.

Dengan komitmen yang terdiversifikasi baik dari dalam maupun luar negeri, Nusantara sedang menata diri menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terlepas dari ketergantungan mutlak pada anggaran negara.

“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tutup Troy.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau