Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketimbang IKN, Bali Lebih Realistis Jadi Pusat Finansial Internasional

Kompas.com, 4 Juli 2026, 13:03 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Jika dipaksakan dalam waktu dekat, potensi IKN hanya mentok sebagai lokasi penyimpanan aset (wealth parking).

Pada fungsi ini pun, IKN akan sulit bersaing dengan Labuan IBFC milik Malaysia yang telah matang sejak tahun 1990.

Untuk memproyeksikan IKN sebagai alternatif Singapura, diperlukan komitmen dana yang masif serta waktu yang sangat panjang.

Sebaliknya, Bali dinilai jauh lebih realistis untuk mengejar momentum pengalihan dana internasional saat ini karena beberapa faktor penentu.

Bali dikenal sebagai destinasi pariwisata dan gaya hidup kelas atas, sementara IKN baru terbentuk sebagai pusat administrasi negara.

Bali menjadi salah satu gerbang utama penerbangan internasional ke Indonesia. Adapun IKN masih dalam tahap pembangunan infrastruktur transportasi dasar.

Baca juga: SMA Taruna Nusantara IKN Tampung 477 Siswa

Di sisi penyediaan fasilitas ekonomi, Pulau Dewata didukung KEK Sanur dan KEK Kura Kura Bali dengan insentif pajak khusus. Sedangkan IKN masih menyusun regulasi teknis kluster ekonomi.

Karakteristik Bali lebih menyerupai Monako, yang sukses memposisikan diri sebagai pusat pengelolaan kekayaan (wealth management) dan destinasi tempat tinggal premium bagi kaum elite dunia, ketimbang menjadi pusat bisnis regional yang padat.

Catatan Kritis Infrastruktur dan Opsi Batam

Kendati Bali diunggulkan secara momentum, kota ini belum sepenuhnya siap bertransformasi total menjadi PFI.

Hendra mengingatkan, Bali masih mencatat pekerjaan rumah besar pada sektor transportasi umum, ketersediaan tenaga kerja ahli perbankan, kapasitas bursa saham internasional, serta isu lingkungan akut seperti kemacetan, banjir, dan sistem pengelolaan sampah (waste management).

Baca juga: Biaya Operasional dan Pemeliharaan Gedung di IKN Tembus Rp 585 Miliar

Di luar opsi Bali dan IKN, pemerintah disarankan melirik potensi Batam. Kedekatan geografis Batam dengan Singapura dan Malaysia menempatkannya pada posisi strategis untuk menarik HNWI dari Asia Tenggara, Vietnam, dan Thailand.

Menurut Hendra, Batam memiliki peluang besar untuk dikembangkan melampaui fungsinya saat ini yang hanya sekadar pusat industri manufaktur dan pusat data (data center).

"Skenario ini mirip dengan strategi pemerintah China yang membangun Shenzhen sebagai kota alternatif pendukung bagi Hong Kong," tuntas Hendra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau