Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

50 Calon Investor Malaysia Boyongan ke IKN, 4 Berminat

Kompas.com, 1 Mei 2024, 14:04 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur memboyong 50 pengusaha atau calon investor Malaysia ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (30/4/2024).

Kunjungan para calon investor itu menjadi kegiatan site visit delegasi asing pertama setelah penyampaian hasil resmi Pemilu 2024.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono mengatakan, kunjungan ini merefleksikan kepercayaan atas kelanjutan peluang investasi di IKN.

Baca juga: Ada IKN, Sandiaga Tambah Anggaran Parekraf Kaltim Jadi Rp 7,5 Triliun

Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Malaysia-Indonesia Business Council (MIBC), Perbadanan Kemajuan Iktisad Negeri Kelantan (PKINK), Tenaga Nasional Berhad (TNB), Sunway Construction Sdn Bhd, dan Kenanga Investment Bank Berhad menjadi bagian delegasi yang hadir dalam kunjungan yang dipimpin langsung oleh Hermono.

Dari total jumlah delegasi tersebut, menghasilkan empat surat minat atau Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani oleh Citadel Group, Ranhill SAJ Sdn Bhd, Samaiden Sdn Bhd, dan Seven Seasons Preservation Sdn Bhd.

Dengan demikian, hingga saat ini sudah terdapat 25 LoI yang diterima oleh Otorita IKN dari pengusaha atau calon investor Malaysia.

Baca juga: Sandiaga Sebut Umrah dan Haji Peluang Usaha Kreatif Santri di Penyangga IKN

"Kunjungan ke IKN kali ini, merupakan rangkaian diplomasi ekonomi yang terus didorong oleh KBRI Kuala Lumpur sejak awal, khususnya dalam mempromosikan IKN," ujar Hermono, dikutip dari Antara, Rabu (1/5/2024).

Pada pertengahan November 2022, KBRI Kuala Lumpur telah memprakarsai roundtable discussion on IKN dengan menghadirkan Kepala OIKN Bambang Susantono.

Selanjutnya, pada akhir November 2022, KBRI Kuala Lumpur berkolaborasi dengan Kementerian Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI) Malaysia menyelenggarakan townhall discussion mengenai IKN di Kuala Lumpur yang menghadirkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebagai pembicara utama.

Baca juga: Sandiaga Pastikan Hotel Nusantara dan Qubika Siap Digunakan Saat HUT ke-79 RI

Pada saat kunjungan Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim ke Jakarta pada 8 Januari 2023 lalu, juga telah diserahkan 11 LoI dari Menteri MITI Malaysia kepada Kepala Otorita IKN.

"Semua kegiatan ini merefleksikan antusiasme dan komitmen pengusaha Malaysia untuk turut membangun IKN," tuntas Hermono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau