Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Kondisi Terkini Bandara VVIP IKN, Yakin 1 Agustus Beroperasi?

Kompas.com, 12 Juni 2024, 06:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Dalam beberapa kali kunjungan kerjanya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi selalu melontarkan optimisme target operasional Bandara VVIP atau Naratetama di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 1 Agustus 2024, dapat terwujud.

Optimisme terbaru dilontarkan Budi saat mengecek progres pembangunan infrastruktur konektivitas udara tersebut pada Senin (3/6/2024) atau pekan ke-25.

Baca juga: Belum Adanya Aturan Tata Kelola dan Peralihan Aset IKN Jadi Sorotan BPK

Insya Allah, Juli kita uji coba dan siap dioperasikan untuk memperingati Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus nanti,” kata Menhub.

Keyakinan serupa dikemukakan Kepala Badan Bank Tanah (BBT) Parman Nataatmadja kepada Kompas.com, Selasa (11/6/2024).

Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja saat meninjau lokasi proyek Bandara VVIP IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (11/6/2024).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja saat meninjau lokasi proyek Bandara VVIP IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (11/6/2024).
"Harus yakin dong. Karena pengadaan tanahnya sudah tuntas 100 persen. Bahkan diperluas menjadi 621 hektar, dari sebelumnya 347 hektar," ujar Parman.

Hal ini menyusul persetujuan Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Komite BBT terhadap penambahan luasan Bandara VVIP IKN.

Baca juga: Bandara VVIP IKN Jadi, Harga Tanah di PPU Bakal Naik, Sekarang Rp 200.000 Per Meter Persegi

Perluasan ini juga sebagai bentuk komitmen BBT untuk terus mendukung akselerasi konektivitas IKN.

Dukungan penuh BBT terhadap pengembangan dan pengoperasian Bandara VVIP di IKN, telah diamanatkan dalam Perpres 31 Tahun 2023 tentang percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Bandara VVIP IKN untuk Mendukung Ibu Kota Nusantara.

“Kami mendukung sepenuhnya agar bandara ini bisa segera dirasakan oleh semua pihak dan tentunya agar pembangunannya berjalan sesuai timeline sehingga dapat mendukung mobilitas dari dan menuju ke IKN,” tutur Parman.

Gedung Terminal dan Apron Bandara VVIP IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan TimurKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Gedung Terminal dan Apron Bandara VVIP IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur
Parman menjelaskan, secara rinci penambahan luasan Bandara VVIP IKN seluas 73,39 hektar untuk lahan sisi udara yang terdiri dari area lereng galian, timbunan dan relokasi jalan eksisting akses masyarakat.

Baca juga: Honeywell Dukung Konkret IKN, Uji Coba Command Center Akhir 2024

Kemudian seluas 50 hektar akan dimanfaatkan sebagai lahan untuk instansi pemerintah dalam rangka pengamanan Bandara VVIP IKN.

Selanjutnya, seluas 150,58 hektar untuk area penunjang kegiatan bandar udara seperti ruang terbuka hijau, fasilitas perbengkelan pesawat, dan lain-lain.

Parman optimistis kehadiran Bandara VVIP yang ada di HPL Badan Bank Tanah akan meningkatkan daya saing IKN dan wilayah yang ada di sekitarnya.

Area pembangunan Bandara VVIP IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan TimurKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Area pembangunan Bandara VVIP IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur
Ditambah lagi, konektivitas yang semakin baik dan mudah dijangkau, akan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pengembangan sarana penunjang di IKN.

Kompas.com berkesempatan melihat dari dekat pembangunan fisik Bandara VVIP IKN. Tampak gedung Terminal VVIP dan VIP yang dikerjakan Kementerian Perhubungan masih dalam tahapan konstruksi struktur.

Baca juga: Susul Para Naga Properti, Agung Podomoro Bangun Hunian di IKN

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau