Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Otorita Klarifikasi, Investor Singapura Sembcorp Telah Lama Masuk IKN

Kompas.com, 7 September 2024, 13:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan klarifikasi terkait investor asing asal Singapura, Sembawang Corporation Utilities Pte Ltd (Sembcorp) yang masuk IKN melalui peletakan batu pertama atau groundbreaking ke-8.

Menurut Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono, Sembcrop sudah lama masuk IKN dengan menggandeng PT PLN (Persero).

Keduanya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Suraya (PLTS) 50 MegaWatt (MW), dan sebagian di antaranya atau 10 MW sudah beroperasi.

Baca juga: Meski Diapit Dua Sesar, IKN Dipastikan Aman dari Ancaman Megathrust

"Sembcorp kan sudah lama masuk IKN, dia bangun PLTS bareng PLN, dan itu sudah beroperasi. Jadi ini bukan baru," ujar Agung kepada Kompas.com, usai menghadiri West Sulawesi Investment Forum 2024, di Balikpapan, Jumat (6/9/2024).

Kendati demikian, Agung enggan mengungkapkan perusahaan mana saja yang akan meresmikan keikutsertaan mereka dalam groundbreaking ke-8 yang rencananya bakal dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini karena ada banyak perusahaan yang masih melalui proses persiapan dan menentukan kepastian waktunya.

"Jumlah perusahaan yang ikut groundbreaking masih bergerak, ada yang definitif sekitar enam, ada yang masih proses," imbuh Agung.

Baca juga: Jokowi Buka MTQ Nasional dan Berkantor di IKN Sampai 10 Oktober 2024

Satu hal yang pasti, lanjut Agung, para investor ini mendukung ekosistem perkotaan, termasuk pendidikan dasar, pendidikan tinggi. 

Sebelumnya Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, perusahaan asal Singapura yang bergerak di bidang energi baru terbarukan (EBT) akan merapat ke IKN pada peletakan batu pertama atau groundbreaking ke-8 September 2024 ini.

Perusahaan tersebut adalah Sembcorp Utilities Pte Ltd yang akan membangun solar panel 5-6 megawatt (MW) senilai 60 juta dolar AS atau sekitar Rp 930 miliar.

Adapun hingga Agustus 2024, pembangunan infrastruktur dasar IKN telah menyerap anggaran APBN senilai Rp 84,9 triliun.

Sementara proyek IKN yang dilaksanakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp 7 triliun, dan murni investasi swasta sebesar Rp 58,5 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau