Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebutuhan BBM dan Gas Meningkat Pasca IKN, Hiswana Jalankan OVOO

Kompas.com, 2 Oktober 2024, 13:11 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan proyek raksasa Ibu Kota Nusantara (IKN) berdampak pada tingkat kebutuhan minyak dan gas (migas) di Kalimantan Timur.

Peningkatan terjadi terutama di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai lokasi IKN berada, dan Kabupaten Paser.

Oleh karena itu, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Nusantara akan fokus pada pemenuhan kebutuhan migas, terutama migas (BBM dan LPG) subsidi, di seputaran IKN.

Baca juga: Konsumsi BBM Naik 10 Persen karena IKN, Pertamina Ajak Investor Buka SPBU

Ketua Hiswana Migas Nusantara Christofel EG menuturkan hal itu kepada Kompas.com, Rabu (2/10/2024).

"Pada saat IKN beroperasi penuh, itu semua produk pelayanan ke masyarakat itu kami harapkan bisa dapat teratasi bertahap. Targetnya pada 2027 semua kebutuhan terpenuhi," ujar Chris.

Dia mengharapkan dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero) yang selama ini cukup luar biasa agar penyaluran migas subsidi tepat sasaran.

Untuk mendukung itu, dilakukan pemetaan wilayah pelayanan. Hingga saat ini, khusus di Kabupaten PPU di mana IKN berada, terdapat 32 titik pelayanan Hiswana Migas Nusantara.

Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM, LPG serta Avtur di Kalimantan Timur Aman

Titik pelayanan ini dinamakan One Village One Outlet (OVOO) yang akan hadir di desa-desa yang dapat diakses masyarakat.

Program OVOO dilaksanakan sebagai bentuk switching dari lokasi-lokasi layanan yang selama ini kurang tepat sasaran.

"Misalnya, ada layanan di perumahan elite, itu akan kami pindahkan ke lokasi yang lebih tepat sasaran, untuk masyarakat berpenghasilan rendah," cetus Chris.

Menurut Chris, pemetaan wilayah layanan migas bersubsidi sebagian besar sudah selesai, dan sudah mulai jalan, sementara titik lainnya masih dalam proses.

Hiswana Migas Nusantara melakukan pemetaan berdasarkan jumlah populasi, kebutuhan, dan sebaran stok, serta daya beli.

Selanjutnya, dari pemetaan itu diajukan kepada PT Pertamina (Persero) hingga kemudian turun alokasi sesuai permintaan/pengajuan.

"Jadi kami harus banyak berkoordinasi dengan banyak pihak. Di Kabupaten Paser misalnya, kami koordinasi dengan BUM Desa. Mereka yang mengetahui angka kebutuhan dan detail wilayah. Kami kerjakan bersama-sama," ungkap Chris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau