Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertamina Pastikan Stok BBM, LPG serta Avtur di Kalimantan Timur Aman

Kompas.com, 25 Maret 2024, 07:16 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi di Kalimantan Timur (Kaltim) selama Bulan Ramadhan 1445 H, aman.

Hal ini seiring dengan optimalisasi distribusi dan mengamankan stok bahan bakar yaitu BBM, LPG dan Avtur di seluruh Terminal BBM baik yang ada di Integrated Terminal (IT) maupun di Fuel Terminal, Aviation Fuel Terminal yang dahulu bernama Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) serta lembaga penyalur seperti SPBU dan pangkalan LPG.

Area Manager Communication Relations dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Arya Yusa Dwicandra memastikan kepada Kompas.com, Senin (25/3/2024).

Menurut Arya, pemenuhan kebutuhan BBM dan LPG Kaltim dipasok dari IT Balikpapan dan FT Samarinda dan Jobber Berau yang merupakan TBBM yang memasok BBM dan LPG termasuk Avtur.  

Baca juga: Viral Video Warga Marah akibat Pekerja RDMP Lawan Arus, Pertamina: Akan Ditindaklanjuti

BBM dan LPG didistribusikan ke 169 unit SPBU, 108 unit Pertashop dan lebih dari 3.100 pangkalan LPG serta 2 AFT di Kaltim.

"Saat ini kondisi stok BBM, LPG dan Avtur di wilayah Kaltim dalam keadaan aman. Demikian halnya dengan program subsidi tepat solar," ujar Arya.

IT Balikpapan, FT Samarinda dan Jobber Berau memiliki ketahanan stok Pertalite antara 8-12 hari akumulatif, Pertamax sekitar 14-18 hari, Solar sekitar 5-8 hari dan LPG sekitar 6-8 hari.

Sedangkan ketahanan untuk bahan bakar pesawat udara yaitu avtur di AFT Sepinggan Group dengan aneksasi AFT APT Pranoto dan AFT Kalimarau memiliki ketahanan hingga 6-14 hari akumulatif.

"Ketahanan stok ini tentu akan terus bertambah seiring dengan distribusi stok BBM melalui kilang dan kapal Ship To Ship (STS) Balikpapan,” ucap Arya.

Sementara itu, rata-rata normal penyaluran harian produk BBM di Kaltim sampai dengan 21 Maret 2024 untuk Pertalite sebanyak 1.643 Kiloliter (KL) per hari, Pertamax 513 KL per hari dan Biosolar sebanyak 538 KL per hari.

Baca juga: Empat Proyek Skala Besar Pertamina di IKN Terus Berproses

Sementara untuk LPG subsidi atau PSO penyaluran harian sebanyak 375 Metrik Ton (MT) per hari dan LPG Non Subsidi sebanyak 104 MT per hari, sedangkan untuk untuk avtur penyaluran harian sekitar 268 KL.

Untuk wilayah Kota Balikpapan rata-rata normal penyaluran harian produk BBM sampai dengan 21 Maret 2024, untuk Pertalite sebanyak 200 Kiloliter (KL) per hari, Pertamax 188 KL per hari dan Biosolar sebanyak 87 KL per hari.

"Sementara untuk LPG subsidi atau PSO penyaluran harian sebanyak 62 MT per hari dan LPG Non Subsidi sebanyak 27 MT per hari, sedangkan untuk avtur penyaluran harian sekitar 222 KL” lanjutnya.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H nanti, Pertamina juga akan mengaktifkan posko Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) serta penambahan beberapa titik SPBU Kantong di jalur-jalur wisata atau jalur mudik.

“Posko satgas rencananya akan dimulai pada tanggal 25 Maret 2024 dan akan berakhir pada 21 April 2024. Posko ini akan memantau stok dan distribusi energi berupa BBM, LPG dan avtur selama Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H,” ungkap Arya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau