Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mulus, Pendaratan Ke-3 Pesawat Jet Jenis Boeing 737 di Bandara IKN

Kompas.com, 10 Oktober 2024, 15:49 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan meresmikan Istana Negara, Istana Garuda, Rumah Sakit Hermina dan Mayapada serta menghadiri Kompas 100 CEO Forum, di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Menurut rencana, Jokowi akan mendarat di Bandara Nusantara pada Jumat (11/10/2024) pagi dengan pesawat Boeing Business Jet (BBJ) 737-800.

Untuk memastikan kesiapan Bandara Nusantara didarati pesawat kepresidenan dengan ukuran lebih besar, uji coba atau proving flight ke-3 pun dilakukan.

Baca juga: IKN Makin Ramai, Kompas 100 CEO Forum Digelar 11 Oktober

Dalam pantauan Kompas.com, uji coba pendaratan pesawat penumpang pada Kamis (10/10/2024) berlangsung mulus.

Meski hujan, dua pesawat milik TNI Angkatan Udara yang melakukan proving flight, masing-masing Boeing 737-200 dan Boeing 737-400 mendarat tanpa kendala.

Pesawat pertama yang dipiloti Letkol Penerbang (Pnb) Devi Oktaviandra, terbang dari Lapangan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan.

"Kami terbang dari Lanud Dhomber Balikpapan. Setelah terbang, kami maintenance di ketinggian 2.000 kaki begitu mencoba approach (mendekati) landasan IKN. Secara umum, landasan Bandara IKN sama dengan landasan bandara lainnya," ujar Devi kepada Kompas.com, Kamis (10/10/2024).

Devi memastikan, landasan pacu Bandara Nusantara mulus dan halus. Tidak ada permasalahan ketika saat mendarat di tengah cuaca hujan dengan kecepatan angin 250.4 knot.

Menurut Devi, hujan belum tentu mengganggu pendaratan. Karena pendaratan sangat bergantung pada jarak pandang atau visibilitas.

Saat pesawat yang dikemudikannya approaching landasan, visibilitas sekitar 8.000 meter dengan ketinggian 2.000 kaki.

"Kondisi ini lebih dari cukup, clear, dan jelas terlihat untuk pelaksanaan pendaratan pesawat. Jadi itu tidak memengaruhi, walaupun hujan, itu tidak memengaruhi penerbangan," terang Devi.

Selain itu, mulusnya pendaratan ini juga karena pesawat Boeing ini sudah didesain untuk terbang maupun mendarat dalam kondisi cuaca apa pun.

Dengan mulusnya pendaratan ini, lanjut Devi, landasan pacu Bandara IKN telah memenuhi syarat untuk didarati pesawat penumpang dengan jenis apapun.

Namun demikian, evaluasi dan keputusan laik tidaknya landasan pacu Bandara Nusantara ini tetap harus berdasarkan rekomendasi Kementerian Perhubungan.

"Kami menunggu surat-surat ataupun legalitas dari Kementerian Perhubungan apakah landasan ini sudah diizinkan untuk didarati oleh pesawat atau tidak," tambah Devi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau