Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor China Bangun Terowongan Multi-sarana Rp 70 Triliun di IKN

Kompas.com, 27 Februari 2025, 07:59 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menarik perhatian investor dari berbagai negara, termasuk China.

Dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur vital, Otorita IKN telah memberikan Letter to Proceed (LTP) kepada PT China Harbour Indonesia (CHI) untuk terlibat dalam proyek jalan dan terowongan multi-sarana atau multi utility tunnel (MUT).

Proyek jalan dan MUT ini merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar di IKN, dengan nilai proyeksi mencapai Rp 70 triliun.

Infrastruktur ini mencakup pembangunan terowongan pintar sepanjang 138,6 kilometer yang akan menjadi tulang punggung bagi jaringan utilitas di IKN, seperti kabel listrik, serat optik, dan pipa.

Baca juga: Iwan Bogananta, Dubes Pertama yang Berkunjung ke IKN dengan Sederet Pencapaian

Selain PT CHI, proyek ini juga melibatkan beberapa perusahaan lain, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero).

Keterlibatan perusahaan-perusahaan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menggandeng berbagai pihak dalam mewujudkan IKN sebagai kota cerdas dan berkelanjutan.

Fokus pada Pembangunan Terowongan Multi-Sarana

Terowongan multi-sarana (MUT) akan menjadi infrastruktur penting di IKN.

Jika kelak terbangun, terowongan ini akan memungkinkan pemasangan dan pemeliharaan jaringan utilitas tanpa mengganggu permukaan jalan, sehingga mengurangi dampak lingkungan dan meminimalkan gangguan lalu lintas.

Pemberian LTP kepada PT CHI menunjukkan keterbukaan pemerintah terhadap investasi asing, khususnya dari China.

Baca juga: Percepat Pembangunan Hunian di IKN, SMF Turun Gunung

Pemerintah berharap, keterlibatan perusahaan-perusahaan China dapat mempercepat transfer teknologi dan keahlian dalam pembangunan infrastruktur di IKN.

Dengan keterlibatan perusahaan-perusahaan China dan BUMN, pembangunan infrastruktur jalan dan MUT di IKN diharapkan dapat berjalan lancar dan sesuai target.

Infrastruktur ini akan menjadi fondasi bagi IKN sebagai kota cerdas dan berkelanjutan di masa depan.

Investasi Swasta Murni yang sudah PKS

Adapun hingga Februari 2025 investasi yang masuk selama 8 kali groundbreaking senilai Rp 58,4 triliun, dan tambahan investasi baru Rp 1,25 triliun.

Tambahan investasi baru ini diperoleh dari Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan pemanfaatan lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) yang penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS)-nya digelar, Senin (24/2/2025).

Baca juga: Ramaikan IKN, Hotel Qubika dan Resto Kampung Kecil Segera Diresmikan

Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono mengatakan, investasi tambahan ini dari lima perusahaan Nasional.

Mereka adalah Balikpapan Ready Mix Nusantara, PT Berkah Bersinar Abadi, PT Brantas Abipraya, PT Puri Persada Lampung, dan Universitas Negeri Surabaya.

"Investasi ini akan digunakan untuk membangun proyek mixed-use yang meliputi hotel, perkantoran, dan universitas, yang bertujuan mempercepat terwujudnya ekosistem perkotaan di IKN," ujar Agung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau