Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Insiden Berujung Kerusakan di Tarakan: TNI dan Polri Sepakat Damai

Kompas.com, 26 Februari 2025, 15:29 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Insiden yang terjadi di Tarakan pada Senin (24/2/2025) malam, yang melibatkan oknum anggota TNI dari Bantuan Penugasan (BP) Satgas Yonif 614/RJP dan personel Polres Tarakan, telah diselesaikan secara damai dan profesional.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, dan Kapolda Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto, turun langsung untuk meredam situasi dan memastikan soliditas TNI-Polri tetap terjaga.

Selain itu, kedua petinggi ini juga mengajak seluruh pihak agar dapat meredam situasi, sehingga soliditas antara TNI dan Polri berjalan dengan baik.

Baca juga: Tegakkan Disiplin dan Profesionalisme, Kodam Mulawarman Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi

"Intinya memang kita sama-sama mendinginkan suasana dan sebetulnya peristiwa ini tidak akan merusak soliditas yang sudah kita bangun," kata Rudy, Selasa (25/2/2025).

Sebagai bentuk tanggung jawab moril, Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltara menjenguk korban insiden pengeroyokan dan kekerasan yang sedang dirawat di RSUD M Yusuf SA Tarakan.

Insiden ini bermula dari pengeroyokan terhadap seorang anggota Yonif 614/RJP oleh sekitar 5 orang personel Polres Tarakan pada Sabtu (22/2/2025).

Mediasi awal antara kedua belah pihak menghasilkan kesepakatan bahwa personel Polres yang terlibat akan memberikan biaya pengobatan sebesar Rp 10 juta. Namun, janji tersebut tidak kunjung direalisasikan.

Kemudian pada Senin (24/2/2025) pukul 23.30 WITA, sekitar 20 orang anggota Yonif 614/RJP mendatangi Mapolres Tarakan untuk mencari 5 personel Polres yang diduga terlibat pengeroyokan.

Baca juga: Peran Komcad Kodam VI/Mulawarman Jadi Mata dan Telinga di Perbatasan

Aksi spontanitas tersebut berujung pada pelemparan batu yang merusak kaca dan pintu Pos Jaga serta beberapa kaca Mapolres Tarakan.

Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltara pun segera berkoordinasi untuk meredam situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Seluruh pihak, termasuk jajaran Polres Tarakan, telah berkoordinasi dan melaksanakan mediasi.

Dansat Brimob Polda Kaltara, Danrem 092/Mrl, Danbrig 24/BC, dan Dandim 0907/Tarakan juga terlibat dalam koordinasi intensif tersebut.

Sementara Danyonif 613/Rja sebagai satuan induk telah menggelar apel luar biasa dan melakukan pemeriksaan terhadap personel yang diduga terlibat.

Di sisi lain, personel Kodim 0907/Trk dan Yonif 613/Rja melakukan perbaikan kerusakan di Mapolres Tarakan sebagai bentuk tanggung jawab.

Penindakan personel

Kedua institusi sepakat untuk menindak personel masing-masing yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai aturan yang berlaku.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau