Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trem Buatan China yang Gagal Beroperasi Otonom di IKN Tak Kunjung Dikembalikan

Kompas.com, 5 Maret 2025, 16:07 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Trem Otonom Terpadu (TOT) pabrikan BUMN China, CRRC Qingdao Sifang, yang gagal mengaspal secara otonom, masih teronggok di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kondisinya diselimuti debu tebal material konstruksi dari pekerjaan pembangunan infrastruktur IKN.

Jika sebelumnya diparkir di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur, TOT CRRC Qingdao Sifang ini telah digeser ke bagian timur atau tepatnya dekat dengan Jalan Bebas Hambatan Seksi 6A.

Baca juga: Raja Properti Surabaya Pakuwon Kantongi Sertifikat Hak Atas Tanah IKN

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN Tonny Agus Setiono membenarkan, rolling stock TOT buatan CRRC Sifang masih berada di IKN.

"Dipindahkannya posisi TOT tersebut karena di lokasi sebelumnya sedang ada pembangunan," ujar Tony kepada Kompas.com, Rabu (5/3/2025).

Sedianya, rangkaian kereta tersebut dikembalikan pada Februari 2025 ke negara asal, usai kegagalan menjalani Proof of Concept (PoC).

Sementara TOT lainnya yang merupakan pabrikan CRRC Zhuzhou Institute Co Ltd dan Norinco sudah lama kembali ke negara asalnya.

Sejatinya, TOT CRRC Zhuzhou Institute Co Ltd dan Norinco telah sukses beroperasi secara otonom di China, dan tiba lebih awal di Balikpapan. Namun, trem ini tak mendapatkan kesempatan untuk menjalani PoC.

Kegagalan CRRC Qingdao Sifang

Kegiatan penilaian PoC ini didukung oleh tim evaluasi independen yang terdiri dari para pakar transportasi dan teknologi sistem kendali otonom tiga perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan praktisi profesional di Indonesia.

Baca juga: Testimoni Generasi Pionir ASN yang Berkantor di IKN: Bangga Jadi Bagian Sejarah!

Penilaian PoC berlangsung sejak 12 September 2024 hingga 22 Oktober 2024 di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan dua rute pengujian yang mencakup area di sekitar Kemenko 1–4, serta Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Timur.

Evaluasi tim ahli penilai PoC ini fokus pada skenario pengujian seperti pengereman darurat, kemampuan otonom, dan performa baterai untuk memastikan teknologi TOT siap diimplementasikan di IKN.

Rekomendasi penilaian juga termasuk perlunya penyempurnaan operasional trem secara otonom, peningkatan fitur adaptasi dan keselamatan pada situasi mixed traffic, dan pembaruan sistem komunikasi agar sejalan dengan persyaratan keamanan siber di IKN.

ada tiga catatan penting dari hasil temuan tim penilai. Pertama, TOT CRRC Qingdao Sifang belum bisa berfungsi secara otonom.

Pengemudi masih tetap duduk memegang kemudi (steer) dan selalu bersiap untuk mengambil alih (override) kendali otomatis ke manual.

Baca juga: Mulai Senin Ini, Semua Pegawai Otorita Berkantor di IKN

Hal ini memperlihatkan bahwa penyedia teknologi belum yakin penuh pada keandalan (realibilitas) sistem kendali otonomnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau