Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Libur Paskah, Giliran Turis dari Australia dan Jepang Kunjungi IKN

Kompas.com, 21 April 2025, 13:42 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan langsung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sangat tinggi.

Terbukti, selama libur Paskah 2025, kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN mencatat lonjakan kunjungan yang signifikan.

Tercatat hampir 8.000 atau tepatnya 7.794 pengunjung memadati area tersebut dalam kurun waktu tiga hari, mulai dari 18 April hingga 20 April 2025.

Direktur Pengendalian Penyelenggaraan Pemerintahan dan Perizinan Pembangunan Otorita IKN, Kuswanto, mengungkapkan ini bukan sekadar kunjungan rekreasional.

Baca juga: Dua Perempuan Deputi, Kartini Pengawal Pembangunan IKN

"Mayoritas masyarakat datang karena ingin melihat langsung bagaimana pembangunan IKN berlangsung, dan mereka ingin mendapatkan informasi yang akurat dari sumber pertama," ujarnya.

Menariknya, para pengunjung tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara, seperti Australia, Jepang, Perancis, Denmark, dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Mereka menyusul keseruan pengunjung asal Brunei, China, dan Malaysia yang sebelumnya berkunjung ke IKN pada libur Lebaran lalu.

Thomas dari Australia, yang telah beberapa kali mengunjungi IKN, terkesan dengan kecepatan dan pesatnya perkembangan pembangunan.

Sementara itu, Ikuma, warga negara Jepang, mengagumi konsep pembangunan hijau yang diterapkan di IKN, menyebutnya sebagai kota minim polusi dengan ruang hijau yang luas.

Baca juga: Menanti Perisai Udara Ibu Kota Nusantara

Kesan positif juga diutarakan oleh Duthu dan Rancon dari Perancis. Mereka mengaku terkejut mengetahui bahwa proyek pembangunan IKN terbuka untuk umum dan sangat terkesan dengan konsep ramah lingkungan serta penataan kawasan yang rapi.

Bahkan, mereka berencana untuk kembali lagi melihat perkembangan Nusantara di masa mendatang.

Otorita IKN memfasilitasi para pengunjung dengan menyediakan bus dari rest area menuju Plaza Seremoni.

Sebanyak 50 petugas lapangan disiagakan untuk membantu proses registrasi melalui aplikasi IKNOW dan memastikan kenyamanan pengunjung selama berada di area KIPP.

Direktur Data dan Kecerdasan Buatan Otorita IKN, Adhiguna Mahendra, menjelaskan bahwa aplikasi IKNOW menjadi platform utama untuk pendaftaran kunjungan yang tidak dikenakan biaya.

"Semua proses dilakukan secara digital dan terbuka bagi siapa saja yang ingin melihat langsung IKN," cetusnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau