Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan nasional yang sering kali dihantui tantangan fiskal dan logistik, Ibu Kota Nusantara (IKN) muncul sebagai simbol harapan baru bagi Indonesia.
Bukan sekadar proyek relokasi ibu kota dari Jakarta yang macet dan banjir, IKN di Kalimantan Timur, meliputi sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, siap bertransformasi menjadi pusat politik nasional pada 2028.
Dengan target pemindahan 4.100 aparatur sipil negara (ASN) secara bertahap, progres pembangunan yang kian nyata, serta dukungan kuat dari legislatif, IKN dianggap sebagai realitas yang sedang terbentuk.
Baca juga: Adian Napitupulu Yakin IKN Rampung Seluruhnya 2027
Sejak groundbreaking pada 2022, IKN telah melewati fase awal yang penuh gejolak, termasuk isu pendanaan dan relokasi.
Kini, menjelang akhir 2025, tahap pertama pembangunan (2022-2024) telah menorehkan capaian monumental.
Istana Garuda, dan Istana Negara sebagai simbol kekuasaan eksekutif, telah berdiri megah, didampingi kompleks perkantoran pemerintahan, hunian ASN dan rumah tapak jabatan menteri, serta Bandara VIIP Nusantara, siap beroperasi.
Sementara ini rumah sakit, hotel bintang 3 dan bintang lima, rumah sakit, dan sejumlah ritel komersial, yang sudda beroperasi ditopang oleh investasi swasta yang mencapai Rp 65,3 triliun hingga September 2025.
Satu hal yang menjadi pembeda adalah pembangunan tahap satu yang memperkenalkan standar inovatif Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC).
Konsep ini merupakan fondasi untuk kota berkelanjutan. Pusat Kendali Terintegrasi (Command Center) IKN, misalnya, memanfaatkan kamera CCTV, drone, dan Internet of Things (IoT) untuk memantau progres real-time, dari keamanan hingga efisiensi operasional.
Baca juga: Mengurai Benang Kusut Reforma Agraria: Tantangan di Balik Sertifikat Tanah Warga Terdampak IKN
"IKN siap menyambut 4.100 orang ASN bertugas di IKN," tegas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Senin (29/9/2025).
Infrastruktur ini memastikan transisi mulus, dengan 44 menara rumah susun ASN siap huni, tiga menara dalam penyelesaian, dan empat tower baru sedang dibangun.
Memasuki tahap dua (2025-2028), fokus bergeser ke pemindahan ASN massal, pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif, serta infrastruktur pendukung seperti konektivitas jalan tol, ruang terbuka hijau, dan penataan kawasan Sepaku.
Hingga September 2025, progres tahap ini telah mencapai 60 persen, dengan penekanan pada investasi pendidikan dan utilitas dasar.
Basuki menekankan, "Pembangunan IKN bukan sekadar pemindahan ibu kota, melainkan transformasi menuju tata kelola pemerintahan modern, kolaboratif, dan berdaya saing global."
Pembangunan jalan proyek 1A & 1B di wilayah IKN.