Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Solusi Strategis Investasi Hijau di Gerbang IKN, Proyek PLTSa 23 Tahun

Kompas.com, 27 Oktober 2025, 09:45 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menempatkan pengelolaan sampah sebagai sektor investasi hijau yang krusial, bukan hanya untuk mengatasi krisis lingkungan tetapi juga untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Fokus utama adalah mengubah volume sampah yang belum terkelola 277.000 ton per tahun menjadi sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).

Tingginya volume sampah yang tidak terkelola, mencapai 44,27 persen dari total timbulan sampah tahunan Kaltim 626.452,54 ton, menjadi masalah mendesak yang memerlukan solusi industri.

Baca juga: Basilika Nusantara IKN, Simbol Kerukunan Beragama Tembus 55 Persen

Data Neraca Pengelolaan Sampah Kaltim 2024 menunjukkan bahwa pemanfaatan sampah menjadi sumber energi baru 146 ton per tahun masih sangat kecil dibandingkan yang diolah menjadi bahan baku 101.474 ton per tahun.

Padahal, proyeksi timbulan sampah harian Kaltim pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 2.987 ton.

Strategi Investasi Waste-to-Energy (WtE)

Diwartakan Antara, DPMPTSP Kaltim menegaskan keseriusan untuk mendorong investasi pada sektor pengelolaan sampah yang berorientasi Waste-to-Energy (WtE).

Hal ini sejalan dengan capaian realisasi investasi Kaltim pada Semester I tahun 2025 yang menembus Rp43,47 triliun, melebihi 54% dari target tahunan, didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Baca juga: Serba Canggih, Operasional IKN Berbasis AI, dari Deteksi Wajah hingga Tata Kota

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Kaltim, Riawati, menyatakan, Pemprov Kaltim sangat serius mendorong investasi pada sektor pengelolaan sampah, khususnya yang berorientasi waste-to-energy.

"Hal ini sebagai solusi strategis mengatasi timbulan sampah sekaligus mendukung bauran energi baru terbarukan," kata Riawati, dikutip Kompas.com, Senin (27/10/2025).

PLTSa Balikpapan: Pilot Project di Dekat IKN

Salah satu proyek andalan yang kini menjadi fokus utama pemerintah adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Balikpapan.

Lokasi ini dinilai sangat strategis karena berdekatan langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Proyek ini akan berpusat di Fasilitas Pengelolaan Sampah Akhir (TPAS) Manggar, Balikpapan, yang pada tahun 2023 telah mengelola rata-rata 412,62 ton sampah per hari.

Baca juga: Otorita IKN Menuju Pemdasus, Batas Wilayah Disepakati

Proyek WtE Balikpapan ditawarkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership.

Nilai proyek diperkirakan mencapai 122,75 juta dolar AS dengan periode konsesi selama 23 tahun, termasuk tiga tahun masa konstruksi.

Proyek ini diprediksi memiliki Tingkat Pengembalian Internal (IRR) sebesar 10,49 persen, menunjukkan daya tarik komersial yang kuat bagi investor.

Dorongan masif terhadap sektor WtE ini menegaskan bahwa Kaltim tidak hanya membangun IKN, tetapi juga menyiapkan ekosistem investasi hijau di sekitarnya.

Dengan mengubah sampah menjadi energi, Kaltim berharap dapat mengatasi masalah lingkungan kronis sekaligus berkontribusi signifikan pada target EBT nasional dan menjaga kualitas hidup di gerbang Nusantara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau