Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menempatkan pengelolaan sampah sebagai sektor investasi hijau yang krusial, bukan hanya untuk mengatasi krisis lingkungan tetapi juga untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Fokus utama adalah mengubah volume sampah yang belum terkelola 277.000 ton per tahun menjadi sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).
Tingginya volume sampah yang tidak terkelola, mencapai 44,27 persen dari total timbulan sampah tahunan Kaltim 626.452,54 ton, menjadi masalah mendesak yang memerlukan solusi industri.
Baca juga: Basilika Nusantara IKN, Simbol Kerukunan Beragama Tembus 55 Persen
Data Neraca Pengelolaan Sampah Kaltim 2024 menunjukkan bahwa pemanfaatan sampah menjadi sumber energi baru 146 ton per tahun masih sangat kecil dibandingkan yang diolah menjadi bahan baku 101.474 ton per tahun.
Padahal, proyeksi timbulan sampah harian Kaltim pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 2.987 ton.
Diwartakan Antara, DPMPTSP Kaltim menegaskan keseriusan untuk mendorong investasi pada sektor pengelolaan sampah yang berorientasi Waste-to-Energy (WtE).
Hal ini sejalan dengan capaian realisasi investasi Kaltim pada Semester I tahun 2025 yang menembus Rp43,47 triliun, melebihi 54% dari target tahunan, didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Baca juga: Serba Canggih, Operasional IKN Berbasis AI, dari Deteksi Wajah hingga Tata Kota
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Kaltim, Riawati, menyatakan, Pemprov Kaltim sangat serius mendorong investasi pada sektor pengelolaan sampah, khususnya yang berorientasi waste-to-energy.
"Hal ini sebagai solusi strategis mengatasi timbulan sampah sekaligus mendukung bauran energi baru terbarukan," kata Riawati, dikutip Kompas.com, Senin (27/10/2025).
Salah satu proyek andalan yang kini menjadi fokus utama pemerintah adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Balikpapan.
Lokasi ini dinilai sangat strategis karena berdekatan langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Proyek ini akan berpusat di Fasilitas Pengelolaan Sampah Akhir (TPAS) Manggar, Balikpapan, yang pada tahun 2023 telah mengelola rata-rata 412,62 ton sampah per hari.
Baca juga: Otorita IKN Menuju Pemdasus, Batas Wilayah Disepakati
Proyek WtE Balikpapan ditawarkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership.
Nilai proyek diperkirakan mencapai 122,75 juta dolar AS dengan periode konsesi selama 23 tahun, termasuk tiga tahun masa konstruksi.
Proyek ini diprediksi memiliki Tingkat Pengembalian Internal (IRR) sebesar 10,49 persen, menunjukkan daya tarik komersial yang kuat bagi investor.
Dorongan masif terhadap sektor WtE ini menegaskan bahwa Kaltim tidak hanya membangun IKN, tetapi juga menyiapkan ekosistem investasi hijau di sekitarnya.
Dengan mengubah sampah menjadi energi, Kaltim berharap dapat mengatasi masalah lingkungan kronis sekaligus berkontribusi signifikan pada target EBT nasional dan menjaga kualitas hidup di gerbang Nusantara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang