Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serba Canggih, Operasional IKN Berbasis AI, dari Deteksi Wajah hingga Tata Kota

Kompas.com, 23 Oktober 2025, 11:37 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi laboratorium masa depan Indonesia dengan visi smart forest city.

Komitmen ini ditegaskan Otorita IKN melalui Sosialisasi Bangunan Gedung Cerdas (BGC) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), yang secara eksplisit menyoroti integrasi teknologi Akal Imitasi atau Artificial Intelligence (AI) sebagai kunci utama operasional kota yang efisien dan responsif.

Baca juga: Otorita IKN Menuju Pemdasus, Batas Wilayah Disepakati

Kegiatan yang dihadiri puluhan pemangku kepentingan mulai dari pegawai Otorita IKN, konsultan, hingga kontraktor, ini menegaskan bahwa kecerdasan kota akan dijalankan di atas tiga pilar yakni infrastruktur fisik canggih berupa Multi-Utility Tunnel (MUT), fondasi digital yang kuat atau Bangunan Gedung Cerdas (BGC), dan AI.

AI: Otak Penggerak Tata Kelola Kota Cerdas

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, Agung Indrajit, mengungkapkan bahwa AI menjadi alat vital dalam mewujudkan daya saing global IKN. Menurutnya, implementasi teknologi ini sudah mulai terlihat di lapangan.

"Otorita IKN saat ini terus mengembangkan teknologi dalam perencanaan tata kota dengan penggunaan AI, salah satunya terlihat dari fitur deteksi wajah masyarakat yang berada di Kawasan KIPP Nusantara," ujar Agung, Rabu (22/10/2025).

Baca juga: Jaringan Jalan 12 Kilometer di KIPP IKN Siap Dibuka Desember 2025

Penerapan fitur deteksi wajah ini hanyalah permukaan dari ambisi yang lebih besar. Penggunaan AI diarahkan untuk optimalisasi tata kelola kota (smart governance) dan pengambilan keputusan berbasis data real-time.

AI akan berfungsi sebagai 'otak' yang menganalisis pola pergerakan penduduk, mengelola arus lalu lintas, memprediksi kebutuhan energi, hingga menyesuaikan layanan publik secara otomatis, menjadikan IKN benar-benar responsif terhadap dinamika warganya.

BGC: Fondasi Digital dan Efisiensi Berbasis Teknologi

Kecanggihan AI tidak bisa berdiri sendiri tanpa didukung oleh infrastruktur dasar yang cerdas. Di sinilah peran Bangunan Gedung Cerdas (BGC) menjadi krusial.

Penerapan BGC, yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 63 Tahun 2022 dan diperkuat Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2023, menjadi fondasi yang mengintegrasikan semua sistem teknologi kawasan.

Baca juga: Setahun Prabowo-Gibran, Ekosistem Legislatif dan Yudikatif IKN Digeber

Fajar Santoso Hutahaean dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) menekankan bagaimana BGC menunjang visi smart city melalui dua aspek.

Pertama, sistem manajemen bangunan pintar BGC ditargetkan mampu menghasilkan 60 persen efisiensi energi dari total kebutuhan kawasan, menjadikannya showcase efisiensi nasional.

Kedua, BGC akan menjadi titik integrasi untuk berbagai teknologi, mulai dari sensor dalam MUT untuk memantau utilitas bawah tanah (listrik, air) hingga sistem pengelolaan limbah.

Keamanan Siber: Imunitas Mutlak bagi AI dan Data

Semakin canggih dan terintegrasi sebuah kota dengan AI, semakin tinggi pula risiko ancaman siber.

Pilar ketiga ini menjadi perhatian utama Otorita IKN, dengan hadirnya perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Baca juga: Pantai Manggar Segarasari, Penyumbang Pendapatan Balikpapan

Yessi Arnaz Ferari (Komdigi) dan Firdaus Kifli (BSSN) menyoroti bahwa Keamanan Siber adalah imunitas mutlak bagi operasional IKN berbasis AI.

Seluruh sistem BGC dan jaringan digital kota harus memiliki pertahanan siber tingkat tinggi, sejalan dengan Perpres No. 47 Tahun 2023 tentang Strategi Keamanan Siber Nasional.

Langkah ini memastikan bahwa data warga, algoritma AI, dan infrastruktur kritis lainnya terlindungi dari serangan digital.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau