Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

53 Peserta Ikut Penjelasan Teknis Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN

Kompas.com, 22 November 2025, 07:57 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak ingin sekadar menjadi ibu kota fungsional yang dipenuhi gedung cerdas (smart city) dan infrastruktur digital. IKN juga mengincar jiwa peradaban baru Indonesia.

Penegasan visi ini terlihat dalam pelaksanaan Aanwijzing Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN yang digelar Otorita IKN di KIPP,  Jumat (21/11/2025).

Baca juga: Otorita IKN Luncurkan Perka Regulasi KPBU, Jamin Kepastian Investasi

Aanwijzing (penjelasan teknis) yang dihadiri 53 peserta terseleksi ini menjadi momen krusial untuk menyelaraskan antara ambisi arsitektural dan kedalaman filosofis identitas bangsa.

Pusat Kebudayaan

Lokasi Pusat Kebudayaan IKN bukan dipilih secara acak. Ia ditempatkan dalam satu garis lurus pada Sumbu Kebangsaan, bersama dengan Istana Negara, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Otorita IKN, dan Masjid Negara.

Penempatan ini memiliki makna filosofis yang dalam sebagai pilar yang setara dengan politik (Istana) dan spiritual (Masjid), menegaskan bahwa budaya adalah fondasi identitas ibu kota.

Baca juga: Korsel Kucurkan Hibah Water Purification dan Smart City Center IKN

Kawasan ini akan dipecah menjadi Plaza Demokrasi dan Plaza Adi Budaya, yang akan menampung museum, perpustakaan, galeri seni, dan gelanggang olahraga.

Ini adalah cetak biru untuk ekosistem yang menumbuhkan kreativitas, pengetahuan, dan interaksi publik.

Tantangan Desain

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menantang para peserta sayembara untuk mencurahkan semua inovasi terbaik.

Pesan kuncinya adalah hak cipta desain akan berada di Otorita IKN, menandakan bahwa karya yang dihasilkan akan menjadi aset dan warisan abadi milik negara.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, memperkuat pesan tersebut melalui video daring, dengan menyatakan bahwa pusat kebudayaan adalah fondasi identitas

Baca juga: Pasca IKN dan RDMP, Penjualan Properti Balikpapan Anjlok 45 Persen

"Pusat kebudayaan bukan sekadar bangunan, tetapi titik temu antara identitas dan masa depan, antara kearifan lokal dan dialog global, antara kreativitas masyarakat dan dinamika ekonomi," ujar Diana.

Restu Gunawan, Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, menambahkan bahwa desain harus mampu mewakili jiwa Nusantara, sehingga setiap pengunjung (domestik maupun internasional) yang datang ke IKN akan merasakan Indonesia ada di sini.

Inklusivitas Identitas Lokal

Sisi yang paling tajam dari aanwijzing ini adalah pelibatan narasumber dari berbagai latar belakang budaya dan kelembagaan lokal.

Kehadiran Yulianus Henock Sumual (DPD RI Dapil Kaltim), Syaharie Jaang (PDKT Dayak), dan perwakilan LAP Penajam Paser Utara menunjukkan komitmen IKN untuk memastikan bahwa desain Pusat Kebudayaan mencerminkan kearifan lokal dan budaya Dayak yang menjadi genius loci (roh tempat) Kalimantan Timur.

Baca juga: Banggar DPR Amankan Dana IKN Rp 48,8 Triliun, Ekonomi Kaltim Melesat 7 Persen

Selain itu juga menghindari pembangunan monolitik yang asing bagi daerah, dan sebaliknya menciptakan ruang interaksi inklusif yang merayakan keberagaman nasional.

Melalui sayembara ini, IKN tidak hanya mencari arsitektur yang indah, tetapi rancangan kawasan yang mampu menciptakan ruang publik dengan kebanggaan nasional yang kuat, menghidupkan ekosistem seni-budaya, dan menjadi pusat interaksi inklusif bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau