Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 21 November 2025, 10:07 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota masa depan dan Ibu Kota Politik 2028 mendapatkan dorongan signifikan dari Korea Selatan (Korsel), mitra strategis utama Indonesia.

Otorita IKN menggelar rapat koordinasi dengan Acting Ambassador Kedutaan Besar Republik Korea, Park Soo-deok, untuk finalisasi rencana hibah strategis berupa Proyek Water Purification (Penjernihan Air) dan Smart City Corporation Center.

Baca juga: Pasca IKN dan RDMP, Penjualan Properti Balikpapan Anjlok 45 Persen

Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (20/11/2025) ini menegaskan komitmen internasional dalam mengakselerasi kesiapan infrastruktur dasar IKN.

Akselerasi Infrastruktur Dasar

Ketersediaan air bersih adalah fondasi krusial bagi keberlangsungan sebuah kota, terutama yang baru dibangun.

Proyek Water Purification yang dihibahkan oleh Pemerintah Korsel saat ini telah memasuki tahap perencanaan detail.

Pembangunan fasilitas penyediaan air bersih ini ditargetkan dimulai pada awal tahun 2026.

Baca juga: Airlangga: Putusan MK Tak Bikin IKN Goyang, Investasi Jadi Prioritas

Percepatan waktu penyelesaian proyek ini secara eksplisit bertujuan untuk mendukung kebutuhan infrastruktur dasar IKN yang terus berkembang, khususnya dalam rangka mencapai target sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028.

Pemerintah Korsel menunjukkan keseriusan penuh dengan rencana pengiriman lembaga teknis khususdalam dua minggu ke depan.

Tim ini akan melakukan pembahasan detail dan penyelarasan rencana kerja di lapangan, memastikan proyek dapat dieksekusi secara efisien dan tepat waktu.

Integrasi Melalui Smart City Center

Selain air bersih, hibah Korsel juga mencakup pembangunan Smart City Corporation Center.

Kontribusi ini sangat strategis mengingat Korea Selatan adalah salah satu pemimpin global dalam teknologi kota cerdas (Smart City).

Kehadiran pusat ini diharapkan akan menjadi wadah kolaborasi teknologi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan solusi perkotaan cerdas.

Baca juga: Banggar DPR Amankan Dana IKN Rp 48,8 Triliun, Ekonomi Kaltim Melesat 7 Persen

Kemudian memastikan IKN mengadopsi teknologi terbaru untuk manajemen transportasi, energi, dan pelayanan publik, sehingga IKN benar-benar terwujud sebagai kota masa depan yang modern dan berkelanjutan.

Ketua Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen Pemerintah Republik Korea.

“Terima kasih atas kunjungannya. Kami menantikan proyek ini segera berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan IKN,” ungkap Basuki.

Komitmen ini direspons positif oleh Park Soo-deok, Acting Ambassador Republik Korsel.

Baca juga: Ada IKN, Kaltim Jadi Rebutan Investor, Dokumen Investasi Dikebut

“Dua minggu lagi tim teknis kami akan segera ke IKN untuk membahas kembali kelanjutannya,” ujarnya.

Kolaborasi ini melambangkan hubungan strategis yang meluas, di mana IKN tidak hanya mengandalkan pendanaan domestik, tetapi juga dukungan teknologi dan investasi dari negara-negara maju.

Kemitraan strategis ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi percepatan terwujudnya IKN sebagai kota modern, berkelanjutan, dan berkelas dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau