Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasca IKN dan RDMP, Penjualan Properti Balikpapan Anjlok 45 Persen

Kompas.com, 20 November 2025, 23:32 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pasar properti residensial baru di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menunjukkan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan pada Triwulan III-2025.

Setelah mengalami ledakan signifikan yang dipicu oleh proyek strategis nasional, termasuk pembangunan kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina dan fase awal Ibu Kota Nusantara (IKN), pasar kini menghadapi fase normalisasi yang menekan kenaikan harga jual dan volume penjualan.

Baca juga: Siapa Sangka, Masih Ada Rumah Rp 128 Juta di Kota Minyak Balikpapan

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengonfirmasi bahwa Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Balikpapan hanya tumbuh 0,67 persen (yoy), melambat signifikan dari pertumbuhan triwulan sebelumnya 0,81 persen (yoy).

Penjualan anjlok 45 persen

Perlambatan pertumbuhan IHPR ini terjadi merata di seluruh tipe rumah. Kenaikan harga melambat baik pada tipe rumah besar, menengah, maupun kecil.

Yang lebih mencolok, nilai penjualan properti tercatat turun tajam hingga 44,98 persen (yoy) pada Triwulan III-2025.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi menuturkan, penurunan tajam ini tidak terlepas dari demand properti yang cenderung kembali ke pola normal, setelah euforia pembangunan masif proyek strategis.

Baca juga: Inflasi di Penyangga IKN Balikpapan Terkendali, Ditopang Emas Perhiasan

"Pengerjaan proyek besar, seperti IKN dan Kilang Pertamina, tidak lagi semasif periode sebelumnya" ujar Robi dikutip Kompas.com, Kamis (20/11/2025).

Fase normalisasi ini mengindikasikan bahwa laju investasi spekulatif yang mengejar lonjakan harga telah mereda, digantikan oleh permintaan yang lebih realistis dan berbasis kebutuhan.

Meskipun demikian, ada secercah optimisme. Indikasi perbaikan terlihat dari Kredit Properti Kota Balikpapan yang terkontraksi -3,46 persen pada triwulan III-2025.

Angka ini jauh lebih baik dibandingkan kontraksi -8,38 persen pada triwulan sebelumnya, menunjukkan membaiknya kualitas kredit properti di perbankan.

Tipe Rumah Kecil Mendominasi

Di tengah kondisi perlambatan, satu segmen pasar tetap menunjukkan performa kuat dan menjadi harapan bagi pengembang yakni Rumah Tipe Kecil dengan luas bangunan 36 meter persegi.

Tipe rumah kecil mendominasi penjualan properti residensial. Meskipun pertumbuhan harga jualnya melambat 0,23 persen (yoy), segmen ini sangat diminati karena dinilai lebih terjangkau dari sisi harga jual absolut.

Baca juga: Pantai Manggar Segarasari, Penyumbang Pendapatan Balikpapan

Dominasi ini didukung penuh oleh fasilitasi dan kebijakan pemerintah yang bertujuan mendorong kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Skema seperti KUR Perumahan, Kredit Program Perumahan (KPP), dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi pendorong utama daya serap pasar.

Para pengembang di Balikpapan merespons kondisi ini dengan strategi cerdas: mengoptimalkan pendapatan dengan memprioritaskan penjualan pada rumah tipe menengah dan tipe kecil, yang masih berada dalam jangkauan daya beli mayoritas konsumen.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau