Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Terukir, Ribuan Jamaah Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN

Kompas.com, 18 Februari 2026, 23:39 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Angin malam yang berembus pelan dari celah hutan Kalimantan Timur seolah membawa suasana berbeda, Rabu (18/2/2026), malam.

Di bawah kubah berbentuk sorban yang kini berdiri kokoh sebagai tengaran baru peradaban, Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai bernafas.

Baca juga: Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN, Disiarkan secara Langsung

Untuk kali perdana, ribuan pasang kaki melangkah masuk, memadati saf-saf yang masih baru, menyambut 1 Ramadhan 1447 Hijriah dengan sujud yang khidmat.

Untuk kali perdana, ribuan pasang kaki melangkah masuk, memadati saf-saf yang masih baru, menyambut 1 Ramadhan 1447 Hijriah dengan sujud yang khidmat.
OIKN Untuk kali perdana, ribuan pasang kaki melangkah masuk, memadati saf-saf yang masih baru, menyambut 1 Ramadhan 1447 Hijriah dengan sujud yang khidmat.
Dalam bingkai foto, tampak visual empiris kontras yang indah.

Pendar lampu LED modern yang menyinari jemaah berpakaian warna warni, menyatu dalam sebuah ruang yang kini menjadi titik temu spiritual bagi masyarakat yang tengah menata hidup di ibu kota masa depan Indonesia.

Baca juga: Hilal Tak Tampak di Langit IKN, Debut Bersejarah Jadi Lokasi Pemantauan

Di atas mimbar, suasana hening menyergap saat Dai dari Kementerian Agama Kalimantan Timur, Ustad Irfan Rosady, mulai menyampaikan tausiyahnya.

Di bawah kubah berbentuk sorban yang kini berdiri kokoh sebagai tengaran baru peradaban, Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai bernafas.
OIKN Di bawah kubah berbentuk sorban yang kini berdiri kokoh sebagai tengaran baru peradaban, Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai bernafas.
Kalimatnya tajam, menembus sela-sela kemegahan masjid karya Nyoman Nuarta ini. Ia mengingatkan bahwa di kota yang serba baru ini, yang paling penting untuk diperbarui adalah niat.

Baca juga: Basilika Nusantara IKN Jadi Tuan Rumah Sidang Tahunan KWI Mei 2026

“Perbaikilah niat kita. Karena bila salah kita dalam menjalankan kehidupan dan beribadah, maka bersiaplah kita terjerumus dalam lembah penghinaan. Mari kita mantapkan dan luruskan niat dalam menjalani Ramadhan ini,” tegasnya.

Pendar lampu LED modern yang menyinari jemaah berpakaian warna warni, menyatu dalam sebuah ruang yang kini menjadi titik temu spiritualOIKN Pendar lampu LED modern yang menyinari jemaah berpakaian warna warni, menyatu dalam sebuah ruang yang kini menjadi titik temu spiritual
Pesan itu terasa sangat relevan; akselerasi fisik IKN terus digenjot, ada pembangunan jiwa yang tidak boleh terlupakan.

Baca juga: Strategi BI Balikpapan Dorong UMKM Penyangga IKN Naik Kelas

Lensa kamera menangkap wajah-wajah penuh harap, pekerja konstruksi yang jauh dari keluarga, ASN yang baru berpindah tugas, hingga warga lokal yang kini menyaksikan tanah leluhurnya bertransformasi. Semuanya tertunduk dalam zikir yang sama.

Lensa kamera menangkap wajah-wajah penuh harap, pekerja konstruksi yang jauh dari keluarga, ASN yang baru berpindah tugas, hingga warga lokal yang kini menyaksikan tanah leluhurnya bertransformasi. Semuanya tertunduk dalam zikir yang sama.
OIKN Lensa kamera menangkap wajah-wajah penuh harap, pekerja konstruksi yang jauh dari keluarga, ASN yang baru berpindah tugas, hingga warga lokal yang kini menyaksikan tanah leluhurnya bertransformasi. Semuanya tertunduk dalam zikir yang sama.
Kenyamanan di Balik Megahnya Arsitektur

Shakira, warga lokal dari Sepaku, tampak tertegun saat melintasi selasar masjid.

Baca juga: Jelang Imlek, Kendaraan via Tol Balsam Penyangga IKN Melesat 17 Persen

Baginya, kemegahan ini mulanya terasa seperti mimpi di tengah rimbunnya pohon ekaliptus yang mendominasi pandangan.

Kenyamanan yang dirasakan jemaah adalah bukti bahwa IKN mulai berhasil menjahit rasa memiliki antara masyarakat asli dan pendatang melalui fasilitas publik yang inklusif.
OIKN Kenyamanan yang dirasakan jemaah adalah bukti bahwa IKN mulai berhasil menjahit rasa memiliki antara masyarakat asli dan pendatang melalui fasilitas publik yang inklusif.
“Saya sangat antusias beribadah di Masjid Negara. Benar-benar tidak menyangka ada masjid  semegah ini, namun tetap terasa sejuk dan nyaman,” tuturnya.

Kenyamanan yang dirasakan Shakira adalah bukti bahwa IKN mulai berhasil menjahit rasa memiliki antara masyarakat asli dan pendatang melalui fasilitas publik yang inklusif.

Baca juga: Shared Office System di IKN Bakal Runtuhkan Sekat Ego Sektoral K/L

Foto-foto tarawih perdana ini bercerita banyak hal. Ada potret barisan alas kaki yang tertata rapi di pelataran, bayangan jemaah yang terpantul di lantai marmer yang mengilap, hingga momen ramah tamah antarpenduduk selepas salam terakhir.

Masjid Negara IKN kini resmi menjadi prasasti toleransi dan kebersamaan. Ramadan tahun ini menjadi saksi sejarah bagaimana IKN mulai mengisi jiwanya.

 OIKN Masjid Negara IKN kini resmi menjadi prasasti toleransi dan kebersamaan. Ramadan tahun ini menjadi saksi sejarah bagaimana IKN mulai mengisi jiwanya.
Ini adalah bukti otentik bahwa sebuah kota tidak disebut hidup hanya karena gedung-gedungnya selesai dibangun, melainkan karena aktivitas sosial dan spiritual masyarakatnya mulai berdenyut.

Masjid Negara IKN kini resmi menjadi prasasti toleransi dan kebersamaan. Ramadan tahun ini menjadi saksi sejarah bagaimana IKN mulai "mengisi" jiwanya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau