Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengunjung Wajib Patuhi Protokol Ketat Masuk Istana Negara IKN

Kompas.com, 22 Maret 2026, 12:35 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Menjadikan Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai destinasi libur Lebaran 2026 memerlukan persiapan lebih dari sekadar niat berkunjung.

Otorita IKN menegaskan, meskipun kawasan ini terbuka sebagai ruang inklusif, protokoler kenegaraan tetap berlaku mutlak bagi setiap pengunjung yang ingin mengintip kemegahan jantung pemerintahan baru tersebut.

Baca juga: Otorita Siagakan 25 Pramuwisata, Siap Kawal Pengunjung di IKN

Akses menuju Istana Negara diberlakukan dengan pengaturan kapasitas yang ketat untuk menjaga keamanan dan kekhidmatan kawasan kepresidenan.

Namun, hambatan utama yang sering kali membuat pengunjung tertahan di gerbang pemeriksaan bukanlah kuota, melainkan ketidaksiapan dalam mematuhi standar berbusana.

Kondisi terkini Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)OIKN Kondisi terkini Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)
Tanpa Sandal dan Kaos Oblong

Juru Bicara Kepala Otorita IKN, Troy Pantouw, menekankan bahwa kewibawaan Istana Negara dijaga melalui aturan berpakaian yang tidak bisa ditawar.

Pengunjung yang datang dengan gaya santai khas rekreasi umum dipastikan akan ditolak masuk ke area inti Istana.

Baca juga: Kementerian PU Danai Jembatan Sungai Riko, Konektivitas Menuju IKN

"Khusus untuk memasuki kawasan Istana Negara, pengunjung tidak diperkenankan memakai sandal alias harus bersepatu. Selain itu, dilarang keras memakai celana pendek, kaos oblong, hingga baju tanpa lengan," tegas Troy, dikutip Kompas.com, Minggu (22/3/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap warga yang datang tetap menghormati nilai-nilai formalitas di pusat kendali negara, meski pembangunan fisik di sekitarnya masih terus berjalan masif.

IKN terbuka untuk dikunjungi mayarakat selama libur Lebaran 2026OIKN IKN terbuka untuk dikunjungi mayarakat selama libur Lebaran 2026
25 Pramuwisata Bersertifikat

Untuk mengawal ribuan orang yang diprediksi memadati Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) setiap harinya, OIKN menyiagakan 25 pramuwisata terlatih.

Mereka bukan sekadar pemandu jalan, melainkan representasi lokal yang telah menjalani Program Aktualisasi Pemagangan selama satu tahun.

Baca juga: Rayakan Kemenangan, Masjid Negara IKN Gelar Shalat Idul Fitri Perdana

Sebanyak 20 orang di antaranya bahkan telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kehadiran para pemandu dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) binaan OIKN ini krusial untuk mengarahkan alur massa agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik sensitif.

Bougenville bersemi di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Bougenville bersemi di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Eksplorasi Terpadu di Luar Istana

Bagi masyarakat yang tidak tertampung di kuota kunjungan Istana, OIKN telah menyiapkan puluhan destinasi alternatif yang tak kalah menarik di sekitar KIPP.

Mulai dari Plaza Seremoni, Embung MBH yang menenangkan, hingga Taman Kusuma Bangsa dan Masjid Negara.

Baca juga: Jelang Lebaran, IKN Raup Investasi Lokal dan China Rp 1,275 Triliun

Pramuwisata akan mendampingi publik untuk memahami filosofi di balik setiap infrastruktur, seperti Bendungan Sepaku Semoi dan Plaza Bhinneka Tunggal Ika.

"Kehadiran pemandu menjadi bagian penting dari pelayanan agar masyarakat tidak hanya melihat bangunan, tetapi memahami perkembangan peradaban baru Indonesia secara utuh," tambah Troy.

Dengan prosedur yang ketat namun transparan, IKN berupaya membuktikan bahwa keterbukaan informasi pembangunan bisa berjalan beriringan dengan disiplin protokoler tingkat tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau