Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bosan Destinasi Itu-itu Saja? Lebaran Ini Waktunya Liburan ke IKN

Kompas.com, 19 Maret 2026, 00:05 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Libur panjang Lebaran biasanya identik dengan kemacetan horor di jalur Puncak atau antrean mengular di pantai-pantai populer Jawa dan Bali.

Jika Anda mulai jenuh dengan pilihan destinasi yang itu-itu saja, Ibu Kota Nusantara (IKN) menawarkan alternatif wisata yang tidak biasa, menyaksikan langsung sejarah masa depan Indonesia yang sedang tumbuh.

Baca juga: Jelang Lebaran, IKN Raup Investasi Lokal dan China Rp 1,275 Triliun

Memasuki periode libur nasional 2026, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara bersolek menyambut kedatangan publik.

Kondisi terkini Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)OIKN Kondisi terkini Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)
Bukan sekadar deretan proyek konstruksi, kawasan ini telah menyiapkan jalur kunjungan strategis, titik swafoto ikonik, hingga layanan pendukung yang membuat pengalaman pelesir menjadi nyaman dan teratur.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan, dibukanya akses ini merupakan upaya menjadikan IKN sebagai ruang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Efek Domino IKN, 10.000 Pekerja Serbu Bandara SAMS Sepinggan

"Dengan dibukanya akses secara fungsional Gerbang Tol menuju IKN, kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin berkunjung. Seeing is believing, kami ingin publik melihat langsung perkembangan Nusantara dari dekat. Kami tunggu kehadiran Anda sekalian," ujar Troy, Rabu (18/3/2026).

Kondisi Ibu Kota Nusantara (IKN) terkini yang didominasi ruang terbuka hijauOIKN Kondisi Ibu Kota Nusantara (IKN) terkini yang didominasi ruang terbuka hijau
Keliling Istana hingga Embung Digital

Sejumlah titik di KIPP Nusantara kini dapat dijamah wisatawan. Mulai dari kawasan peribadatan, area perkantoran, hingga hunian ASN yang estetik.

Baca juga: Tol IKN Dibuka Gratis, Jalur Pintas Mudik dan Konektivitas Kalimantan

Destinasi favorit seperti Plaza Seremoni, Embung MBH yang menenangkan, Glamping IKN, hingga Taman Kusuma Bangsa siap menjadi latar foto yang menarik.

Bagi yang ingin mengintip kemegahan Istana Negara, Otorita IKN memberlakukan pengaturan kapasitas tertentu demi kenyamanan.

 

Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), dengan Istana Garuda sebagai pusat perhatian Ibu Kota Nusantara (IKN)OIKN Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), dengan Istana Garuda sebagai pusat perhatian Ibu Kota Nusantara (IKN)
Ada aturan berbusana yang wajib ditaati pengunjung saat memasuki area Istana: wajib bersepatu (dilarang memakai sandal), dilarang memakai celana pendek, kaos oblong, maupun baju tanpa lengan.

Baca juga: Makin Ekspansif, Nemuru Bidik Pengelolaan Hunian ASN di IKN

Untuk mobilitas di dalam kawasan, pengunjung tidak perlu pusing memikirkan polusi. Otorita IKN menyiagakan armada shuttle bus bertenaga listrik yang menghubungkan titik-titik strategis.

Fasilitas parkir juga tersebar luas mulai dari Bundaran Sumbu Barat, Rusun ASN, hingga area Masjid Negara.

IKN siap menjadi destinasi wisata selama libur Lebaran 2026OIKN IKN siap menjadi destinasi wisata selama libur Lebaran 2026
Kuliner Lokal dan Hiburan Rakyat

Tak perlu khawatir soal perut atau hiburan. Di sepanjang jalur kunjungan, tersedia 20 gerai UMKM yang menjajakan produk lokal.

Suasana makin hidup dengan adanya pertunjukan live music, permainan rakyat, hingga penyewaan busana adat bagi pengunjung yang ingin tampil total di depan kamera.

Baca juga: Makin Ekspansif, Nemuru Bidik Pengelolaan Hunian ASN di IKN

Jika memerlukan durasi kunjungan lebih lama, IKN kini sudah dilengkapi dengan berbagai kafe, restoran, toko elektronik, hingga hotel dan penginapan yang representatif.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau