Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kementerian PU Danai Jembatan Sungai Riko, Konektivitas Menuju IKN

Kompas.com, 22 Maret 2026, 09:13 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Antara

NUSANTARA, KOMPAS.com - Percepatan infrastruktur di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mendapat suntikan dana tambahan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan dukungannya untuk mendanai pembangunan Jembatan Sungai Riko di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Langkah ini dipandang strategis untuk mengintegrasikan wilayah penyangga dengan pusat gravitasi ekonomi baru di Indonesia.

Baca juga: Rayakan Kemenangan, Masjid Negara IKN Gelar Shalat Idul Fitri Perdana

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengonfirmasi kesediaan pusat dalam menyokong pembiayaan proyek vital tersebut.

"Kementerian PU bersedia membantu dana pembangunan Jembatan Sungai Riko," ujar Aji Muhammad Fitra Firnanda dikutip Kompas.com dari Antara, Minggu (22/3/2026).

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten PPU juga telah menyiapkan dana rintisan guna mengawal tahap awal proyek di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam.

Arsitektur di Atas Rawa

Secara teknis, Jembatan Sungai Riko dirancang dengan bentang utama sepanjang 500 meter.

Namun, tantangan geografis berupa kawasan rawa menuntut pembangunan jembatan pendekat tambahan sepanjang satu kilometer.

Baca juga: Bosan Destinasi Itu-itu Saja? Lebaran Ini Waktunya Liburan ke IKN

Infrastruktur ini bukan sekadar penghubung, melainkan akses krusial yang menyambungkan Jembatan Pulau Balang menuju kawasan IKN.

Jalur ini nantinya akan melintasi sejumlah titik strategis, mulai dari Kelurahan Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung, hingga pusat pemerintahan di Kelurahan Penajam.

Memutus Isolasi Industri dan Logistik

Bagi Pemerintah Kabupaten PPU, Jembatan Sungai Riko adalah urat nadi ekonomi. Posisinya yang terintegrasi dengan jaringan jalan kabupaten diharapkan mampu menciptakan distribusi logistik yang lebih efisien.

Lebih jauh, jembatan ini menjadi pintu pembuka bagi Kawasan Peruntukan Industri Buluminung dan Pelabuhan Benuo Taka.

Baca juga: Jelang Lebaran, IKN Raup Investasi Lokal dan China Rp 1,275 Triliun

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menekankan bahwa tanpa infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi lokal berisiko menguap ke wilayah lain di sekitar IKN.

"Keberadaan Jembatan Sungai Riko sangat penting dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi logistik. Tanpa infrastruktur yang mumpuni, potensi ekonomi daerah bisa tidak optimal," tegas Mudyat Noor.

Menuju Target 2028

Dengan target penyelesaian IKN pada 2028, aktivitas ekonomi di wilayah penyangga diprediksi akan melonjak signifikan.

Baca juga: Efek Domino IKN, 10.000 Pekerja Serbu Bandara SAMS Sepinggan

Penajam Paser Utara tidak ingin sekadar menjadi penonton di tengah transformasi besar ini.

Jembatan Sungai Riko diharapkan mampu memperkokoh konektivitas antarwilayah, menarik minat investasi, dan membuka peluang usaha baru bagi warga lokal.

Transformasi infrastruktur ini menjadi pertaruhan bagi Kalimantan Timur untuk membuktikan kesiapannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau