Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Destinasi Wisata Unggulan Balikpapan Siap Sambut Tamu IKN

Kompas.com, 23 Juni 2024, 13:07 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Di setiap bulan ada pasar keramat, para pedagang akan menggunakan pakaian adat sesuai apa yang mereka jual. Misalnya berjualan pempek, mereka memakai adat Palembang.

9. Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Beruang Madu

KWPLH ini beken disebut Pusat Beruang Madu, sebuah fasilitas pendidikan lingkungan hidup yang terletak 23 kilometer di sebelah utara kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.

Pada tahun 2002, Beruang Madu diperkenalkan sebagai maskot Kota Balikpapan, dorongan dari sebuah proyek penelitian yang pertama kali dilakukan pada beruang madu di Hutan Lindung Sungai Wain.

Kemudian sejak tahun 2004, Pemkot Balikpapan berkolaborasi dengan lembaga donor swasta dan ahli-ahli margasatwa untuk membangun pusat pendidikan beruang madu.

Bagian inti KWPLH ini adalah sebuah enklosur alami seluas 1,3 hektar yang ditempati 7 ekor beruang madu yang sudah tidak dapat dilepasliarkan lagi ke alam.

Enklosur ini secara luas dikenali sebagai salah satu yang terbaik di Asia, dan meningkatkan jumlah wisatawan (70.000 orang pada tahun 2013) domestik dan mancanegara yang datang untuk melihat maskot Balikpapan di ruang lingkupnya yang alami.

Pada tahun 2008, pusat informasi beruang madu yang terbesar dan sangat komprehensif di Asia telah dibuka, diikuti dengan pembukaan fasilitas pendidikan yang fokus pada hewan domestik dan satwa liar yang tidak layak untuk dijadikan hewan piaraan.

Selanjutnya tahun 2014, pusat informasi baru yang fokus pada kekayaan Flora dan Fauna Endemik Kalimantan telah dibuka.

Perencanaan pembangunan pusat informasi lainnya dengan mengambil tema lingkungan hidup masih berlanjut untuk dikembangkan, seperti keragaman ekosistem di Kalimantan dan fungsi-fungsinya mulai dari penggunungan hingga ke lautan.

KWPLH juga telah membangun fasilitas penyelamatan untuk kucing dan anjing yang berkeliaran dan ditelantarkan, juga menghadirkan informasi mengenai perawatan hewan piaraan kepada masyarakat.

Sebagai tambahan, selama bertahun-tahun, taman yang atraktif dan fasilitas untuk kegiatan luar ruangan juga ikut dikembangkan dan wisatawan yang datang terus meningkat sepanjang waktu.

10. Kawasan Wisata Edukasi Kebun Kangkung Sumber Bejo

Destinasi ini disingkat menjadi Desa Wisata Kang Bejo, salah satu desa wisata yang memiliki pemandangan perkebunan kangkung di tengah kota.

Berlokasi di Jl. Sumber Rejo II RT. 40 Kelurahan Sumber Rejo dengan jarak tempuh 1,1 kilometer bisa diakses dalam waktu kurang dari 20 menit dari pusat kota Balikpapan.

Desa Wisata Kang Bejo menawarkan kegiatan wisata edukasi berupa pembelajaran dan interaksi langsung tentang alam, lingkungan dan pertanian.

Desa Wisata Edukasi Kang Bejo dikelola oleh Pokdarwis Kang Bejo sejak tahun 2020. 

Desa Wisata Kang Bejo berkolaborasi bersama mitra strategis seperti Institut Teknologi Kalimantan dan Politeknik Balikpapan dalam rangka meningkatkan kapasitas desa wisata agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.

Daya tarik Desa Wisata yang dimilki Kang Bejo mulai dari fasilitas pelengkap yaitu dari spot foto yang menarik, area pertanian kangkung, hidroponik, pujasera, edukasi, hingga atraksi seni budaya pencak silat, tarian, dan membatik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau