Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Destinasi Wisata Unggulan Balikpapan Siap Sambut Tamu IKN

Kompas.com, 23 Juni 2024, 13:07 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Terdapat sejumlah vila dengan jumlah paviliun/kamar bervariasi untuk para pengunjung yang ingin bermalam.

Tentu, vila-vila ini menerapkan tarif komersial sesuai dengan angka inflasi Kota Balikpapan tahun berjalan.

5. Kapal Pinisi

Kapal Pinisi dijadikan sebagai destinasi unggulan karena memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sarana transportasi laut menuju IKN.

Saat ini, Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Otorita IKN, serta Ditjen Lalu Lintas dan Angkutan Laut tengah membahas rute yang akan dilintasi kapal pinisi.

Ditjen Lalu Lintas dan Angkutan Laut juga tengah melakukan tender untuk pengadaan kapal pinisi ini.

Diharapkan 1 Juli 2024, sudah ada tiga kapal pinisi yang bersandar di Pelabuhan Semayang, Pelabuhan ITCHI Kampung Baru dan Pelabuhan Itci Hutani Mandiri (IKM) di Penajam, untuk melayani wisatawan dan mobilitas pengunjung menuju IKN.

6. Wisata Mangrove Margomulyo

Hutan Mangrove merupakan sebuah kawasan konservasi. Pengunjung bisa melihat beberapa flora dan fauna khas hutan kalimantan.

Selain itu, mangrove yang tumbuh lebat akan menjadi peneduh bagi pengunjung yang ingin menikmati kawasan ini.

Selain sebagai destinasi wisata, Mangrove Margomulyo juga bisa menjadi wahana pembelajaran atau edukasi keluarga.

7. Kebun Raya Balikpapan

Kebun Raya Balikpapan berlokasi di dalam kawasan Hutan Lindung Sungai Wain,ditunjuk sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KDTK) berbentuk Kebun Raya seluas 309 hektar.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 105/ Menhut-II/2006 dan selanjutnya ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 68/Menhut-II/2009, Kebun raya Balikpapan ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KDTK).

Pembangunan Kebun Raya Balikpapan di latarbelakangi oleh keprihatinan akan semakin cepatnya kerusakan ekosistem hutan di Kalimantan Timur.

Kerusakan ekosistem hutan tersebut diketahui akan berdampak pada hilangnya jenis-jenis tumbuhan khas Kalimantan.

Sejak tahun 2015, pengelolaan Kebun Raya Balikpapan dilaksanakan oleh UPTD Pengelolaan Kebun Raya Balikpapan, di bawah SKPD Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan.

Hingga kini, Kebun Raya Balikpapan masih terus melaksanakan pengembangan tanaman koleksi dan pembangunan infrastruktur sebagai fasilitas pendukung dalam mewujudkan tercapainya fungsi dasar sebuah Kebun Raya yaitu sebagai fungsi konservasi, pendidikan, penelitian, wisata alam dan jasa lingkungan.

8. Pasar Tumpah Pringgodani 

Destinasi wisata ini dibuka sejak Oktober 2023 lalu, dan terus mengalami penyempurnaan agar laik dikunjungi para wisatawan. Salah satunya dengan pemasangan paving dan penataan.

Selain itu, UMKM yang menyediakan jajanan kuliner, kriya, dan barang lainnya telah mengikuti pelatihan kebersihan, pembuatan kemasan, dan promosi digital.

Penataan juga dilakukan pada asep perparkiran, dan kebersihan toilt sehingga wistawan yang berkunjung akan merasa aman, nyaman, bersih, dan menikmati waktunya di tempat ini.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau