Penulis
"Dari total 1.400 hektar KEK Mandalika atau The Mandalika itu, 100 hektar di antaranya dijadikan sirkuit," jelas Priandhi.
Oleh karena itu, dia bersama timnya berbagi pengalaman dan pengetahuan bagaimana mengembangkan dan mengelola sirkuit.
Priandhi menuturkan, ketika sirkuit sudah terbangun, pengelola wajib menggelar event-event yang bisa mendatangkan minat masyarakat untuk datang.
Baca juga: Proyek IKN Dipastikan Tak Molor Meski Disetop Sementara Jelang HUT RI
Sebut saja event atau kegiatan balap motor roda dua, roda empat, track D, atau bahkan semacam taxi ride event seperti pemanfaatan wahana-wahanan di Ancol Jakarta Utara.
"Pengelola wajib menciptakan experience baru bagi masyarakat, seperti bagaimana mengemudi kendaraan di sebuah sirkuit. Inilah yang akan menarik minat masyarakat untuk datang," cetusnya.
Dari kegiatan-kegiatan yang digelar tersebut, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar sirkuit, seperti yang sudah terjadi di Mandalika.
Kehadiran sirkuit ini menggerakkan bisnis perhotelan swasta, penginapan milik masyarakat, restoran berbagai kelas, warung makan, hingga supply chain bahan bakunya.
"Kami biasa menggelar kegiatan balap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Itu akan buat ekonomi berputar, berjalan. Di mandalika sudah lengkap ada fasilitas akomodasi, dan restoran. Mereka jual makanan ke tim balap, beli bahan baku ke masyarakat. Jadi bergerak ekonominya," tuntas Priandhi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang