Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diuji Coba 5 Agustus, Kereta Otonom IKN Tak Menyerap Sepeser Pun Duit Negara

Kompas.com, 30 Juli 2024, 06:28 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Ale mengaku, jalur yang akan digunakan ini sempat mengalami perubahan karena ada ketidaksesuaian antara desain dan spesifikasi dengan yang terpasang di lapangan.

Namun demikian, ketika dia meninjau langsung Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat pada Kamis (18/7/2024), ukuran lebar jarak marka-nya sudah sesuai.

"Ya kemarin sempat perlu perubahan ukuran lebar jarak marka-nya untuk menyesuaikan dengan specification ART-nya," cetus Ale.

Interior dan Spesifikasi Teknis 

Adapun interior ART ini dirancang demikian luas, berdesain modern, dinamis dan elegan, dengan ceiling tinggi sehingga dapat mengakomodasi penumpang dengan tinggi badan lebih dari 1,8 meter. 

Sementara spesifikasi teknisnya mencakup panjang 30.2 meter, lebar 2.65 meter, dengan kapasitas tampung maksimal 302 penumpang. 

Trem otonom berbobot penuh 54 ton ini dapat mengaspal dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam. 

Selain itu, gradient maximum mencapai 10 persen, dan minimum turning radius 15 meter. Adapun kapasitas baterai menembus 294 kW dan kebutuhan daya listrik AC380V; 50Hz.

Baca juga: Intip Desain Istana Wapres IKN, Dibangun Dalam Waktu Dekat

Ale menjelaskan, ART merupakan kereta berpemandu lidar (deteksi dan jangkauan cahaya) untuk angkutan penumpang perkotaan.

"Sistem ART dapat beroperasi secara mandiri tanpa memerlukan sensor pemandu," imbuh Ale.

Namun demikian, CRRC Zhuzhou & Norinco belum ditetapkan sebagai penyedia transportasi cerdas berkelanjutan di IKN.

Pihaknya membuka kesempatan bagi pabrikan lain untuk melakukan PoC produk sekaligus menunjukkan keandalannya di IKN sebagai living lab bagi kemajuan teknologi terbaru di bidang transformasi hijau dan digital.

"Selain itu, masih ada proses berikutnya yakni pelelangan. Nah, jika kelak terpilih pemenangnya, maka ART akan mengaspal di jalur sepanjang 4,9 kilometer di Jalan Kebangsaan Sisi Barat dan Timur yang akan dilengkapi 6 buah halte," papar Ale.

Kendati demikian, ART buatan CRRC Zhuzhou & Norinco ini telah lama mengaspal di negaranya sejak 2017 dengan kapasitas dapat menampung 300 penumpang.

Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai jalur PoC kereta otonom yang akan diuji coba pada 10 Agustus 2024.Adam Rafieariq Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai jalur PoC kereta otonom yang akan diuji coba pada 10 Agustus 2024.
Tanpa Sepeser pun Duit APBN

Untuk diketahui, PoC ini dilakukan berdasarkan nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani OIKN dan CRRC Zhuzhou & Norinco dengan tujuan untuk mengevaluasi keandalan dan pemanfaatan teknologi terbaru perkeretaapian trem otonom selama dua bulan, mulai Agustus hingga Oktober 2024.

"Ini menandai fase intensif dalam penerapan dan evaluasi teknologi ini," cetus Ale.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau