Penulis
Chamber ini berfungsi sebagai jalur lalu lintas yang masing-masing meliputi 3 lajur 2 arah, dengan lebar 16,25 meter.
Masing-masing jalur dipisahkan oleh escape/service gallery, dengan kecepatan desain 100 kilometer per jam.
Rachman Arief menjelaskan, proses konstruksi dilaksanakan dengan cara menenggelamkan segmen-segmen tunnel precast pada dasar sungai kemudian distabilkan dengan lockingfill dan backfill.
"Kemudian mengunakan rock protection cover untuk melindungi struktur IMT. Pada prinsipnya IMT IKN mengadopsi teknologi serupa yang juga telah diterapkan di Korea Selatan dan Turkiye," tutur Rachman Arief.
Kendati demikian, IMT IKN memiliki keistimewaan. Pertama adalah merupakan bagian dari jaringan akses yang dirancang untuk mendukung konektivitas dan mobilitas di IKN sebagai ibu kota baru, serta menunjang pertumbuhan ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.
Baca juga: Presiden Jokowi dan FIFA Bakal Resmikan Asrama-TC Timnas PSSI di IKN
Keistimewaan kedua adalah dirancang dengan mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan habitat satwa, menjaga alur pelayaran eksisting, mengurangi sedimentasi, dan peningkatan terhadap teknologi kontruksi serta OM Tunnel.
Selain itu, IMT IKN merupakan penerapan pertama teknologi konstruksi IMT di Indonesia.
Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mendukung penerapan konstruksi berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan dalam pelaksanaannya.
Lebih jauh Rachman Arief mengatakan, pembangunan IMT akan berkolaborasi dengan tenaga ahli internasional sehingga diharapkan tercipta transfer of knowledge atau alih pengetahuan kepada para insinyur Indonesia.
Terowongan tol bawah laut menuju IKN akan dibangun pada kedalaman sekitar 40 meter dengan lebar jalan sekitar 22 meter dan panjang jalan sekitar 1 km.Ada pun saat ini, proyek prestisius dan padat modal tersebut masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).
Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR M Zainal Fatah mengatakan hal itu saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Baca juga: Plaza Seremoni dan Istana Garuda, 2 Destinasi Kunjungan Favorit di IKN
Menurut Zainal, untuk membangun terowongan bawah laut serta ibu kota negara baru, pemerintah belajar dari Korea Selatan.
"Intinya kita tidak mengulangi kesalahan yang sama yang dilakukan mereka, makanya bisa lebih cepat," imbuh Zainal.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.