Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istana Kepresidenan IKN Bisa Jadi Contoh Bangunan Kantor di Indonesia

Kompas.com, 13 Oktober 2024, 10:44 WIB
Add on Google
Muhdany Yusuf Laksono,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Dua bangunan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara (IKN), yaitu Istana Negara dan Istana Garuda diharapkan bisa menjadi percontohan untuk bangunan-bangunan kantor di Indonesia.

Sebab, kedua bangunan tersebut dibangun dengan perencanaan matang sejak awal, menggunakan material lokal, mengusung nilai-nilai estetika lokal, hingga menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH).

"Mudah-mudahan ini menjadi contoh ya untuk bangunan-bangunan yang mungkin di Indonesia yang bisa digunakan untuk bangunan-bangunan kantor-kantor," ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti usai peresmian Istana Negara di IKN pada Jumat (11/10/2024).


Ia menjelaskan, Istana Negara dan Istana Garuda didesain dan dibangun sesuai kaidah-kaidah Norma, Standar, Prosedur, Kriteria (NSPK), bangunan cerdas, BGH, serta bertaraf internasional.

"Tentunya istana ini nanti akan menjadi bangunan yang kiranya bisa menjadikan contoh ya seluruh material dari seluruh Indonesia ada di dalam istana ini. Dan kemudian juga suasana yang ada di dalam istana ini juga kita lihat dengan menggunakan interior-interior dan juga kesejukannya," imbuhnya.

Baca juga: Komentar Jokowi soal Kualitas Bangunan Istana Negara: Bagus

Dia mencontohkan, seperti pintu dari tembaga Indonesia, lampu-lampu berasal dari Boyolali, hingga ukiran-ukiran dari berbagai wilayah Indonesia.

"Yang akhirnya bertemakan adalah kegotongroyongan. Bhineka Tunggal Ika, kemudian identitas nasional itu ada. Kemudian juga terkait dengan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan sebagainya," imbuhnya.

Untuk itu, Istana Negara dan Istana Garuda menjadi bangunan bersejarah Indonesia. Karena merupakan bangunan Istana Kepresidenan pertama yang hasil karya anak bangsa.

"Ini satu-satunya istana yang bukan merupakan peninggalan dari kolonial Belanda. Ini merupakan karya anak bangsa. Dan kalau kita lihat juga furniture dan juga interiornya itu juga digagas sendiri," tandas Diana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau