Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Hingga prosesi groundbreaking ke-8, jumlah investasi BUMN dan swasta non-APBN di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai Rp 58,4 triliun.
Ini artinya, masih jauh atau separuh dari total target investasi akhir 2024 senilai Rp 100 triliun.
Namun demikian, Otorita IKN tetap optimistis dapat memenuhi target tersebut, mengingat surat peminatan atau Letter of Intent (LoI) yang telah masuk sebanyak 500 investor.
Dari total investor yang masuk, beberapa di antaranya berasal dari mancanegara (asing). Sebut saja China, Australia, dan Rusia.
Salah satu investor yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan melakukan groundbreaking di IKN adalah Magnum Estate.
Baca juga: Magnum Resort Nusantara Dibangun 2025, Tunggu Perizinan OIKN
Kelompok usaha yang berbasis di Bali ini akan mengembangan hunian mewah eksklusif berkonsep resor dengan nama Magnum Resort Nusantara.
Saat ini, perusahaan sedang mempersiapkan proyek dengan estimasi nilai investasi Rp 800 miliar tersebut.
Kepada Kompas.com, Minggu (17/11/2024), Co-founder Magnum Estate Igor Maximov mengatakan, Pemerintah Indonesia sangat menghargai kontribusi Magnum Estate terhadap pembangunan IKN dan telah memberi kesempatan yang signifikan.
Magnum Resort Nusantara menempati lokasi utama di jantung IKN. Proyek ini mencakup ruang komersial canggih dan apartemen sekelas hotel bintang 5.
Konstruksi fisik akan dimulai pada tahun 2025, setelah seluruh perizinan dan persetujuan pembangunan diperoleh.
"Saat ini, kami sedang mempersiapkan proyek tersebut. Persetujuan dan perolehan perizinan masih dalam proses," ungkap Igor.
Baca juga: Ini Konsekuensi Bagi Investor yang Tak Kunjung Bangun Proyek di IKN
Dia memastikan, sepenuhnya mendukung ambisi pemerintah untuk mendorong Indonesia menjadi salah satu dari 5 ekonomi global teratas pada tahun 2045 dan bertujuan untuk menciptakan bangunan ikonik yang tidak hanya melambangkan kemajuan dan inovasi tetapi juga menjadi daya tarik utama di IKN.
Magnum Estate merupakan satu di antara lima investor swasta yang meresmikan groundbreaking ke-8 pada September 2024 lalu.
Investor lainnya adalah Delonix Bravo Investment, Australian Independent School, Plataran Group, dan PT Primahotel Management Indonesia.
Adapun hingga groundbreaking ke-8 realisasi investasi swasta di IKN mencapai Rp 58,4 triliun.