Penulis
Dekan FTUI Heri Hermansyah memberikan komentar terkait penganugerahan ini. Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya menjadi pengakuan atas dedikasi dan kontribusi Ale di bidang teknik dan inovasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FTUI untuk terus berprestasi di tingkat internasional.
"Semoga prestasi ini semakin memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membawa nama Indonesia lebih diakui di dunia akademis dan riset," ucap Heri.
Ale meraih gelar Master of Engineering Science di University of Malaya pada 2002. Dia kemudian berhasil mendapatkan gelar Ph.D in value engineering dari Oxford Brookes University UK, tahun 2006. Dan, pada tahun 2022, Ale dikukuhkan sebagai Guru Besar UI.
Berbagai penghargaan nasional dan internasional diberikan kepada Ale, di antaranya Dosen Peneliti Muda Terbaik dan Dosen Peneliti Terbaik Universitas Indonesia (2009), Finalis UK Alumni Award (2008) dan Toray Science and Technology Award (2014).
Kemudian Top Scientists Indonesia pada database internasional, Webometrics (2015-2017), 500 Peneliti Terbaik Indonesia versi Kementerian Riset dan Teknologi RI (2020), dan World’s Top 2% Scientist oleh Stanford University (berturut-turut dari 2021 hingga 2023).
Sebelum menjabat sebagai Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Ale menempati posisi sebagai Ketua Bidang Koordinasi Transformasi Teknologi dan Inovasi di Tim Transisi OIKN.
Ia juga terlibat dalam Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 dan Alternate Chair of Science 20.
Ale juga memegang posisi Direktur Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) UI dan Direktur ASEAN University Network-Sustainable City and Urban Development (AUN-SCUD).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang