Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Positif 5-6 Persen

Kompas.com, 11 Desember 2024, 12:17 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Meski masih kuat, terdapat risiko moderasi yang membayangi pertumbuhan sektor pertambangan 2025, khususnya berkaitan dengan komitmen sejumlah negara untuk penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT).

LU konstruksi juga diprakirakan masih akan menopang ekonomi Kaltim sepanjang 2025 seiring masih berlanjutnya berbagai proyek investasi pemerintah dan swasta dalam jumlah besar.

Progress pembangunan IKN yang akan memasuki fase konstruksi tahap II juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan sektor konstruksi tahun 2025.

Selanjutnya, sektor industri pengolahan juga berpotensi mengalami perbaikan pertumbuhan seiring adanya implementasi B40 tahun 2025.

Rekomendasi BI

Ekonomi Kaltim yang masih didominasi oleh sektor ekstraktif perlu mendapat perhatian utama ke depan.

Kondisi ini akan memberikan tantangan yang cukup besar, khususnya dalam menghadapi kondisi ketidakpastian ekonomi global ke depan.

"Hal ini karena pertumbuhan sektor ekstraktif rentan terhadap sektor eksternal," cetus Budi.

Oleh karena itu, BI bersama beberapa pemangku kepentingan melakukan upaya awal untuk mendorong transformasi ekonomi Kaltim.

Urgensi diperlukannya transformasi ekonomi juga semakin tinggi didorong oleh beberapa faktor yakni kondisi geopolitik ekonomi dunia yang semakin dinamis, status Kaltim sebagai daerah superhub pendukung logistik IKN, dan komitmen Pemerintah Pusat dan Negara Dunia untuk mendukung Net Zero Emission (NZE).

Dalam beberapa waktu terakhir, BI bersama Pemerintah Daerah dan ISEI Samarinda, membuat kajian dan mendiseminasikan kajian tersebut dalam kegiatan seminar nasional.

Dalam hasil kajian tersebut terdapat beberapa rekomendasi yang didorong untuk menyukseskan agenda transformasi ekonomi Kaltim.

Baca juga: BI Optimistis Ekonomi Penyangga IKN, Balikpapan, PPU, dan Paser Tumbuh Positif

Di antaranya pengembangan infrastruktur pendukung untuk sektor pertanian dan industri pengolahan sebagai sektor potensial untuk diverisifikasi.

Kemudian rehabilitasi dan pengelolaan lahan bekas tambang untuk pertanian, peternakan, dan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Selanjutnya peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat lokal dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal.

Pengembangan EBT, dan pembiayaan hijau, diversifikasi ekonomi melalui pengembangan wisata lahan bekas tambang, serta penguatan perdagangan dan logistik untuk mendukung sektor industri pengolahan.

Di samping itu, BI juga bersinergi dengan Pemerintah Daerah terus melakukan upaya untuk mendorong peningkatan kegiatan investasi, khususnya pada sektor ekonomi hijau dan EBT.

"Sinergi dan kolaborasi tersebut terus digaungkan melalui program Regional Investor Relation (RIRU), yang secara aktif melakukan promosi proyek investasi strategis wilayah Kaltim hingga ke mancanegara," pungkas Budi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau