Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Positif 5-6 Persen

Kompas.com, 11 Desember 2024, 12:17 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) tetap tumbuh positif, berada pada kisaran angka 6 persen.

Kepala BI Perwakilan Kaltim Budi Widihartanto mengungkapkan optimisme tersebut mengacu pada catatan Triwulan I-III Tahun 2024 yang berada di atas 5 persen.

Sejumlah indikator Lapangan Usaha (LU) utama mendorong munculnya optimisme tersebut. Seperti sektor pertambangan yang masih tumbuh cukup kuat pada akhir tahun 2024.

Bahkan, secara lebih dalam, beberapa indikator yang membuat pertumbuhan sektor pertambangan masih kuat di antaranya adalah permintaan batu bara global dan domestik yang masih relatif tinggi sepanjang tahun 2024.

Baca juga: BI Rekomendasikan Pemprov Kaltim Genjot Ekonomi Hijau dan Biru

Pertumbuhan sektor pertambangan semakin kuat pada akhir tahun seiring kebutuhan negara mitra dagang yang meningkat karena datangnya musim dingin.

"Kebutuhan energi otomatis juga meningkat," ujar Budi kepada Kompas.com, rabu (11/12/2024).

Sinyal optimisme juga datang dari sektor konstruksi yang menjadi salah satu sektor utama pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Sepanjang tahun 2024, sektor konstruksi mengalami akelerasi seiring pelaksanaan pembangunan sejumlah proyek investasi pemerintah dan swasta di Kaltim, utamanya di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di samping itu, sektor perdagangan yang juga menjadi salah satu penopang ekonomi Kaltim diperkirakan mengalami pertumbuhan yang cukup kuat tahun 2024.

Baca juga: Bawang Merah Ubah Status Deflasi Penyangga IKN Jadi Inflasi 0,1 Persen

Akselerasi pertumbuhan sektor perdagangan ditopang oleh pelaksanaan sejumlah festive event termasuk pelaksanaan rangkaian perayaan HUTke-79 RI dan pelaksanaan MTQ Nasional tahun 2024.

Sejumlah event tersebut mendorong peningkatan kunjungan ke wilayah Kaltim yang pada akhirnya turut mendorong aktivitas perdagangan.

"Ketiga sektor tersebut diprakirakan akan memberikan andil paling besar pada pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2024," imbuh Budi.

Tiga Penopang Utama 2025

Optimisme tersebut diprakirakan masih akan berlanjut hingga tahun 2025. BI memprakirakan ekonomi Kaltim tahun mendatang akan tumbuh pada kisaran 5,80-6,40 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Pertumbuhan ekonomi Kaltim yang kuat tahun 2025, akan ditopang oleh positifnya perkiraan perkembangan sektor pertambangan, konstruksi, dan industri pengolahan sebagai sektor utama.

Tingginya permintaan batu bara negara mitra dagang seiring meningkatnya kebutuhan energi untuk keperluan industri menjadi pendorong utama akselerasi sektor pertambangan tahun mendatang.

Baca juga: Dampak IKN, Butuh Upaya Ekstra Kawal Inflasi di Kalimantan

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau