Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Balikpapan Pangkas Seremonial, Anggaran Difokuskan untuk BPJS Gratis dan Pendidikan

Kompas.com, 8 Februari 2025, 11:42 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, terus memacu pembangunan, seiring Hari Ulang Tahun (HUT) ke-128 dengan tema harmoni berkelanjutan, yang mencakup keseimbangan di bidang ekonomi dan infrastruktur.

Untuk itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menekankan pentingnya komunikasi, kolaborasi, dan gotong royong dengan seluruh elemen masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.

"Tanpa komunikasi, tanpa kolaborasi, tanpa gotong royong, kita mustahil untuk membangun satu daerah. Kami harapkan, kebersamaan ini terjalin dengan tanggung jawab untuk membangun, menjaganya," tutur Rahmad menjawab Kompas.com, Sabtu (8/2/205). 

Baca juga: Taman Bekapai Balikpapan Akan Dijadikan Ruang Bersama Indonesia

Terkait dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025, Pemerintah Kota Balikpapan juga melakukan penyesuaian.

Beberapa program yang bersifat seremonial atau kegiatan yang sifatnya perlengkapan akan dirasionalisasikan.

Namun, program-program prioritas seperti BPJS gratis dan pendidikan tetap akan diutamakan.

"Yang penting program prioritas kita tetap kita kedepankan seperti BPJS gratis, pendidikan itu tetap," tegas Rahmad.

Kendati ada efisiensi, namun Rahmad optimistis pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan tetap positif, bahkan berada di angka sekitar 6 persen, atau bahkan melebihi angka Nasional. 

Baca juga: Mencari Rumah Murah Ideal di Penyangga IKN, Balikpapan Surganya

Beberapa pekerjaan rumah (PR) yang menjadi fokus pemerintah kota antara lain penyediaan air bersih dan perbaikan infrastruktur, tetap dijalankan. 

"Insya Allah ini pelan tapi pasti sudah kita benahi dan tentunya yang paling utama adalah bagaimana kota kita ini tetap kondusif, aman dan nyaman," kata Rahmad.

Beberapa event skala nasional seperti National Investment Tourism Forum dan Balikpapan Fest, serta Hari Otonomi Daerah 2025 yang digelar di Balikpapan, diharapkan dapat meningkatkan nilai dan pertumbuhan ekonomi kota. 

Hal ini karena Balikpapan merupakan kota jasa yang mengharapkan pendatang dari luar, sehingga syarat utama untuk mendukung pertumbuhan dan kemajuan ekonomi adalah kota ini harus aman dan nyaman.

"Dengan demikian, kegiatan-kegiatan yang bersifat MICE tadi bisa diadakan di kota Balikpapan, sekaligus menghidupkan UMKM, " tuntas Rahmad. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau