Penulis
Dikatakan salah satu, karena sebelumnya ASN Kementerian Pekerjaan Umum (dahulu PUPR) telah berkantor terlebih dahulu di IKN, bahkan sebelum Otorita IKN dibentuk sejak akhir 2022.
Baca juga: Siapkah IKN Jadi Ibu Kota Politik yang Menarik Investasi Dunia?
Hal inilah yang menjadi pembeda atau wow factor, mengapa bekerja dan berkantor di IKN memiliki kesan tersendiri.
"Pengalaman yang diperoleh sebagai pionir bekerja di ibu kota masa depan Indonesia ini adalah wow-nya. Tapi ini (masih) bisa ditingkatkan ke depannya," ucap Adam.
Kenyamanan tak hanya kala bekerja di kantor, melainkan juga saat kembali ke rumah. Mereka ditempatkan di rumah susun (rusun) ASN 1 di kawasan hunian barat.
"Ke mana-mana dekat, ada minimarket, layanan pengiriman barang, dan lain-lain di IKN," timpal Anggi.
Baca juga: Ali Berawi yang Mundur dari Otorita IKN Masih Bertugas Dampingi Basuki
Para ASN menggunakan bus bersama-sama untuk berangkat dan pulang kerja, sebagai bagian dari upaya mewujudkan target 80 persen pergerakan menggunakan transportasi umum atau mobilitas aktif.
Fasilitas pendukung lainnya juga tersedia, seperti Grab Mart untuk membeli sembako, Indomaret di bawah rusun, dan Plaza Seremoni untuk membantu para ASN lepas dari kepenatan alias healing.
Drop off area Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN)Kendatipun harus melewati proses yang demikian panjang sejak 2022, ditambah pendapat pro dan kontra masyarakat, mengenai keberlanjutan IKN.
"Apa pun itu, merupakan bagian dari risiko yang kami ambil, ada banyak pro dan kontra. Tapi kami tetap semangat bekerja. Bangga bisa membangun Indonesia dan menjadi bagian dari sejarah," tuntas Anggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang