Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelni Balikpapan Prediksi Puncak Arus Balik 8-10 April, Kerahkan Kapal Ekstra

Kompas.com, 5 April 2025, 19:50 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - PT Pelni (Persero) Cabang Balikpapan terus memantau dan melayani arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah melalui Pelabuhan Balikpapan.

Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Ridwan Mandaliko, melaporkan bahwa hingga hari ini, Sabtu (5/4/2025), telah menerima kunjungan kapal kelima sejak tanggal 1 April dengan jumlah ribuan penumpang.

"Pada hari ini kita untuk arus balik ini sudah merupakan kunjungan yang kelima dari tanggal 1 sampai tanggal 5 ini. Jadi yang datang pada hari ini adalah kapal KM Dorolonda yang mana penumpang turun sekitar 2.002 orang," ujar Ridwan Mandaliko di Pelabuhan Balikpapan, Sabtu (5/4/2025).

Baca juga: Wisatawan Eropa, China, dan Korea Terpincut Magnet IKN

Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan KM Dorolonda yang tiba dari Pantoloan dan akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, hanya mengangkut 604 penumpang yang naik di Balikpapan.

Mengenai puncak arus balik melalui Pelabuhan Balikpapan, Ridwan memprediksi akan terjadi pada pertengahan minggu depan.

"Puncaknya akan terjadi nanti pada tanggal 8 dan tanggal 9 dan tanggal 10. Karena kita melihat arus balik ini tidak serentak pulangnya dari orang-orang yang kemarin mudik lebaran, tapi secara bergelombang," jelasnya.

Prediksi puncak arus balik ini didasarkan pada perkiraan waktu berakhirnya libur sekolah dan dimulainya kembali aktivitas perkantoran.

"Kita melihat nanti puncaknya itu adalah karena sudah mau masuk sekolah, liburan sudah selesai, orang juga sudah mau masuk kerja. Jadi kita pastikan nanti kita proyeksi kan di tanggal 8, 9, 10. Baik itu yang dari Surabaya maupun dari Parepare, dari Bobau, Makassar. Itu akan tiba nanti di Pelabuhan Balikpapan," imbuh Ridwan.

Baca juga: Pesona IKN Menyihir 45.496 Wisatawan, Ada dari Eropa, China, dan Korea

Meskipun telah menerima lima kedatangan kapal dalam lima hari terakhir, Ridwan belum dapat memastikan apakah jumlah pemudik tahun ini melebihi tahun sebelumnya.

Koordinasi Posko Terpadu Jamin Kelancaran Arus Balik

Ridwan bersyukur bahwa pelaksanaan arus mudik dan balik melalui Pelabuhan Balikpapan hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Untuk itu, koordinasi pun dilakukan bersama dengan otoritas pelabuhan, kesyahbandaraan, pihak keamanan, dan para penumpang.

Ia juga menambahkan bahwa berkat koordinasi yang baik dan pemberian informasi yang terus-menerus kepada penumpang, tidak ada laporan mengenai penumpang yang kehilangan barang atau terpisah dari rombongannya.

Mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus balik, PT Pelni Balikpapan juga telah menambah jumlah armada kapal yang beroperasi dengsn total 5 kapal. 

Sebelumnya, saat arus mudik jumlah kapal yang dioperasikan 4 unit, sekarang ditambah satu kapal ekstra Dobon Solo.

Kapal KM Dobon Solo akan melayani rute dari Surabaya, mengingat Pelni Balikpapan memproyeksikan banyak pemudik yang akan kembali ke Balikpapan berasal dari kota tersebut.

Dengan penambahan armada ini, diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada tanggal 8 hingga 10 April mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau