Penulis
Replika ini mencakup Masjidil Haram, Padang Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga terowongan, memberikan gambaran nyata bagi jemaah tentang tahapan ibadah haji.
“Replika ini sangat membantu jemaah agar punya gambaran nyata sebelum berangkat. Banyak yang menyampaikan bahwa desainnya mirip dengan aslinya,” ungkap Mukhtar.
Fasilitas ini menjadi bagian dari strategi pemantapan manasik haji, memungkinkan jemaah memahami secara visual dan teknis lokasi-lokasi penting selama ibadah.
Dari embarkasi saja, mereka sudah tahu seperti apa tahapan dan lokasi-lokasi penting di Makkah.
Pendekatan ini membantu jemaah, terutama yang baru pertama kali menunaikan haji, untuk lebih siap secara mental dan praktis.
Baca juga: Deretan Infrastruktur IKN Siap Digunakan ASN, Ini Rinciannya
Dari sisi teknis, Embarkasi Balikpapan telah melakukan langkah strategis untuk memastikan kenyamanan jemaah, salah satunya dengan menyambungkan sistem pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) milik asrama ke sistem Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
“Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih selama masa operasional haji,” tegas Mukhtar.
Upaya ini menunjukkan komitmen Embarkasi Balikpapan dalam mengatasi potensi kendala teknis, memastikan kebutuhan dasar jemaah seperti air bersih terpenuhi tanpa hambatan.
Mukhtar juga menyatakan, hingga kini tidak ada kendala signifikan dalam persiapan, dan penyempurnaan fasilitas terus dilakukan untuk menjamin kelancaran operasional.
“Kami terus berupaya menyempurnakan kekurangan yang ada agar saat pelaksanaan nanti, semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Ia berharap proses keberangkatan jemaah dari Balikpapan dapat berjalan tertib, aman, dan nyaman, menjadi awal perjalanan ibadah yang khusyuk menuju Tanah Suci.
“Kami ingin memastikan jemaah merasa terlayani dengan baik sejak dari embarkasi,” tuntas Mukhtar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang