Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Industri beton siap pakai (ready mix) di Indonesia kembali bergairah setelah sempat mengalami pasang surut.
Khususnya untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan akan material vital ini menunjukkan lonjakan signifikan, menandakan percepatan pembangunan yang tak terelakkan.
Ketua Asosiasi Perusahaan Beton Ready Mix Indonesia (APBRI) Yoppi Yanuar mengonfirmasi hal itu kepada Kompas.com, Selasa (19/7/2025).
Baca juga: Kaltim Bangga Punya 3 Gerbang Udara: SAMS, APT Pranoto, dan VVIP IKN
Menurutnya, kebutuhan beton siap pakai di IKN memang sempat mengalami fluktuasi tajam.
Pada tahun 2024, total konsumsi ready mix di IKN tercatat mencapai angka impresif, lebih dari 2 juta kubikasi. Namun, ada periode di mana konsumsi bulanan sempat menurun drastis.
"Dulu konsumsi IKN itu 1 bulan pernah 200.000 meter kubik, kemudian sempat 1 bulan cuma 30.000 sampai 20.000 meter kubik, nah sekarang sudah mulai naik," jelas Yoppi.
Penurunan ini disebabkan oleh periode transisi. Tahap awal pembangunan fisik utama, seperti pengerjaan fondasi dan struktur dasar dari proyek infrastruktur vital, telah selesai.
Baca juga: Komisi V DPR Blusukan di IKN, Lontarkan Pujian Mantap, Mantap
Sementara itu, proyek-proyek baru yang lebih masif belum sepenuhnya berjalan karena menunggu kepastian anggaran dan tahapan konstruksi selanjutnya.
Namun, memasuki semester kedua tahun ini (2025), kondisi berbalik drastis. Kebutuhan beton kembali melonjak tajam.
"Semester dua ini sudah mulai naik karena kan ada beberapa gedung pemerintah seperti Istana Wakil Presiden sekarang yang di pertengahan, kemudian gedung legislatif, yudikatif (MA), dan ada beberapa prasarana di pemerintah termasuk jalan-jalannya masih diteruskan," ungkap Yoppi.
Optimisme semakin tinggi karena sektor swasta kini juga sudah mulai masuk dan ikut mengerjakan proyek-proyek di IKN.
Baca juga: Pemerintah Tegas Lanjutkan Pembangunan IKN, Ini Komitmen Istana
Meskipun tidak selalu melalui jalur pemerintah secara langsung, keterlibatan swasta ini menambah volume kebutuhan beton secara signifikan. Untuk tahun 2025, kebutuhan ready mix di IKN diperkirakan mencapai hampir 500.000 kubikasi.
Peningkatan drastis ini tak lepas dari keputusan Kementerian Pekerjaan Umum PU yang telah mendapatkan tambahan dana dan kini secara agresif menggenjot pekerjaan konstruksi di IKN.
Meskipun Yoppi mengakui bahwa beberapa pemasok mungkin masih menghadapi tantangan terkait pembayaran, pemain besar di industri ini cenderung lebih lancar berkat pemahaman yang mendalam terhadap regulasi dan alur pembayaran proyek pemerintah.
Selain IKN, industri beton siap pakai juga mendapatkan angin segar dari fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Inpres Jalan Daerah (IJD).