Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jaminan Keamanan IKN dari Segala Arah: Darat, Laut, Udara Siaga Penuh

Kompas.com, 28 Juli 2025, 05:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik dan tata kota, tetapi juga pada jaminan keamanan yang komprehensif dari segala potensi ancaman.

Pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menunjukkan komitmen luar biasa untuk menjadikan IKN sebagai kota yang aman dan stabil, dengan penguatan signifikan di sektor pertahanan, khususnya maritim.

Langkah-langkah strategis ini memberikan kepastian bahwa IKN akan terlindungi dari segala arah.

Batalyon Baru buat IKN

Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayor Jenderal TNI Endi Supardi, secara resmi mengumumkan rencana besar penambahan kekuatan pertahanan laut.

Tak tanggung-tanggung, lima batalyon baru marinir siap dibentuk, dan salah satunya akan ditempatkan secara strategis di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga: IKN Dilirik Investor Sarawak Malaysia, Minat Bangun Minimarket

Penambahan lima batalyon infanteri marinir ini merupakan langkah besar yang mengikuti validasi organisasi TNI, yang kini memungkinkan Dankormar menyandang pangkat bintang tiga (Letnan Jenderal TNI Mar).

Selain IKN, batalyon baru juga akan ditempatkan di Jakarta, Lampung, Ambon, dan wilayah Natuna yang vital.

Penempatan batalyon marinir di IKN menunjukkan betapa prioritasnya keamanan ibu kota negara yang baru ini.

Meskipun demikian, Dankormar Endi Supardi menekankan bahwa penempatan di Natuna masih memerlukan pertimbangan matang, terutama terkait suplai logistik. Namun, untuk IKN, sinyal penguatan pertahanan laut sudah sangat jelas.

Baca juga: Komisi XIII DPR Puji IKN: Kemajuannya Luar Biasa, Siap Beroperasi

"Karena ini (Batalyon Marinir IKN) kan jauh dari induk pasukan, masalah logistik dan lain-lain perlu pertimbangan yang matang, termasuk prosesnya ini kan memerlukan anggaran yang cukup lumayan," kata Endi, diwartakan Antara, Kamis (24/7/2025).

Meski ada pertimbangan logistik, komitmen untuk memperkuat IKN dengan batalyon marinir tetap menjadi fokus utama.

Nantinya, setiap batalyon akan dilengkapi dengan pasukan dan alat utama sistem senjata (alutsista) yang memadai untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia, khususnya di wilayah ibu kota baru.

Lantamal Ditingkatkan Jadi Kodaeral

Di sisi lain, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, juga mengumumkan langkah strategis lain untuk memperkuat pertahanan maritim RI secara lebih luas.

Sebanyak 14 Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) akan ditingkatkan statusnya menjadi Komando Daerah TNI AL (Kodaeral).

Baca juga: Polemik IKN Memanas: NasDem Desak Moratorium, Istana Tegas Lanjut

Peningkatan status ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan maritim di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah-wilayah strategis seperti Jakarta dan IKN.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau