Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik dan tata kota, tetapi juga pada jaminan keamanan yang komprehensif dari segala potensi ancaman.
Pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menunjukkan komitmen luar biasa untuk menjadikan IKN sebagai kota yang aman dan stabil, dengan penguatan signifikan di sektor pertahanan, khususnya maritim.
Langkah-langkah strategis ini memberikan kepastian bahwa IKN akan terlindungi dari segala arah.
Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayor Jenderal TNI Endi Supardi, secara resmi mengumumkan rencana besar penambahan kekuatan pertahanan laut.
Tak tanggung-tanggung, lima batalyon baru marinir siap dibentuk, dan salah satunya akan ditempatkan secara strategis di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca juga: IKN Dilirik Investor Sarawak Malaysia, Minat Bangun Minimarket
Penambahan lima batalyon infanteri marinir ini merupakan langkah besar yang mengikuti validasi organisasi TNI, yang kini memungkinkan Dankormar menyandang pangkat bintang tiga (Letnan Jenderal TNI Mar).
Selain IKN, batalyon baru juga akan ditempatkan di Jakarta, Lampung, Ambon, dan wilayah Natuna yang vital.
Penempatan batalyon marinir di IKN menunjukkan betapa prioritasnya keamanan ibu kota negara yang baru ini.
Meskipun demikian, Dankormar Endi Supardi menekankan bahwa penempatan di Natuna masih memerlukan pertimbangan matang, terutama terkait suplai logistik. Namun, untuk IKN, sinyal penguatan pertahanan laut sudah sangat jelas.
Baca juga: Komisi XIII DPR Puji IKN: Kemajuannya Luar Biasa, Siap Beroperasi
"Karena ini (Batalyon Marinir IKN) kan jauh dari induk pasukan, masalah logistik dan lain-lain perlu pertimbangan yang matang, termasuk prosesnya ini kan memerlukan anggaran yang cukup lumayan," kata Endi, diwartakan Antara, Kamis (24/7/2025).
Meski ada pertimbangan logistik, komitmen untuk memperkuat IKN dengan batalyon marinir tetap menjadi fokus utama.
Nantinya, setiap batalyon akan dilengkapi dengan pasukan dan alat utama sistem senjata (alutsista) yang memadai untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia, khususnya di wilayah ibu kota baru.
Di sisi lain, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, juga mengumumkan langkah strategis lain untuk memperkuat pertahanan maritim RI secara lebih luas.
Sebanyak 14 Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) akan ditingkatkan statusnya menjadi Komando Daerah TNI AL (Kodaeral).
Baca juga: Polemik IKN Memanas: NasDem Desak Moratorium, Istana Tegas Lanjut
Peningkatan status ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan maritim di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah-wilayah strategis seperti Jakarta dan IKN.