Penulis
Peluncur KHAN dipasang pada kendaraan 8x8 (Tatra) beroda, memberikannya mobilitas tinggi.
Konfigurasi ini memungkinkan peluncur untuk segera berpindah posisi setelah menembak (shoot-and-scoot), sebuah taktik vital untuk menghindari serangan balasan dan menjaga survivability system.
Baca juga: Juli 2025, Kalsel Terpisah dari Wilayah Pertahanan Kodam VI Mulawarman
KHAN juga dapat melakukan manuver aerodinamis pada fase terminal, menyulitkan musuh melakukan intersepsi.
Dengan hulu ledak tinggi (~470 kg HE/fragments), rudal ini cukup kuat untuk melumpuhkan target yang terproteksi, seperti bunker atau sistem pertahanan udara musuh.
Mengenai aspek jumlah dan lokasi penempatan, Mayjen Rudy menegaskan bahwa rincian tersebut merupakan materi strategis yang dikategorikan terbatas.
Namun, ia memastikan bahwa penempatan yang saat ini terlihat di Yonarmed 18 Raipur A, Tenggarong, hanyalah batch awal (initial deployment).
Baca juga: Tegakkan Disiplin dan Profesionalisme, Kodam Mulawarman Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi
Prinsip kunci dari pengembangan lebih lanjut adalah distributed deployment (penyebaran tersebar), bukan konsentrasi tunggal.
Komitmen Kodam VI Mulawarman adalah bahwa penempatan unit tambahan di masa depan akan dilakukan tidak di satu lokasi.
Strategi ini vital untuk mencegah sistem pertahanan dilumpuhkan secara total dalam satu serangan musuh.
Dengan karakteristik mobilitas dan jangkauan KHAN, strategi penyebaran tersebar ini sangat cocok untuk medan Kalimantan yang luas dan berhutan.
Melalui smart defense posture dan adopsi KHAN, TNI tidak hanya memperkuat keamanan IKN, tetapi juga mengirimkan pesan tegas bahwa kedaulatan Indonesia di Kalimantan terlindungi oleh sistem pertahanan yang modern, adaptif, dan sulit dipukul habis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang