Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polda Kaltim Cetak Rekor 2 Kali Lipat Produksi Jagung, Masuk 3 Besar Nasional

Kompas.com, 9 Oktober 2025, 21:09 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah hiruk pikuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menorehkan kinerja di ladang jagung.

Sejak awal tahun 2025, program ketahanan pangan mencatatkan lonjakan produksi hingga dua kali lipat, bahkan menempatkan Kaltim dalam tiga besar nasional capaian program ketahanan pangan Polri.

Baca juga: Dari Lapangan Kodam Mulawarman, Ini Makna TNI PRIMA di HUT ke-80

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro memaparkan, sebelum program ketahanan pangan ini berjalan, produksi jagung di Kaltim hanya 1.960,52 ton.

Namun, setelah jajaran polda terjun langsung, angka tersebut melonjak tajam menjadi 6.137,31 ton!

"Alhamdulillah, dengan capaian ini Kaltim masuk tiga besar nasional. Kami berkomitmen untuk terus mendukung penuh program Asta Cita Presiden melalui ketahanan pangan,” kata Endar, dikutip Kompas.com, Kamis (9/10/2025).

Baca juga: Polda Kaltim Rilis Sepeda Ontel, Strategi Digitalisasi dan Anti-Korupsi

Program ini dilaksanakan di lahan seluas 1.322,76 hektar yang tersebar di berbagai sektor, termasuk lahan masyarakat binaan Polri (678,71 hektar), lahan kelompok tani, lahan pesantren, hingga lahan eks tambang (43,20 hektar) yang berhasil dihijaukan kembali.

Panen Langsung Digeser ke Bulog

Endar memimpin langsung penanaman jagung serentak untuk Kuartal IV di lahan seluas 1,1 hektar di belakang Polsek Balikpapan Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, dan dilaksanakan secara virtual oleh seluruh polda se-Indonesia, dipimpin Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Peran Ganda Kodam Mulawarman, Perisai Tempur dan Mitra Pembangunan

Wapres Gibran dan Kapolri kompak menegaskan bahwa Polri sejak awal berkomitmen penuh mendukung swasembada pangan nasional, dengan total lahan ketahanan pangan Polri secara nasional telah mencapai 1,19 juta hektar.

Pada hari yang sama, Kapolda Kaltim melepas secara simbolis pergeseran 7 ton hasil panen jagung Kuartal III dari Polsek Balikpapan Timur menuju Kantor Bulog Kaltimtara.

Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menyatakan Kodam VI siap bersinergi dengan Polri dan pemerintah daerah untuk mendukung program ketahanan pangan Nasional.

"Ketahanan pangan adalah babian dari ketahanan Nasional. Sinergi TNI-Polri dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan kemandirian pangan di daerah," ujar Pangdam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau