Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inflasi di Penyangga IKN Balikpapan Terkendali, Ditopang Emas Perhiasan

Kompas.com, 5 November 2025, 17:29 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan pada Oktober 2025 menunjukkan kondisi ekonomi yang stabil dan terkendali.

Kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) ini mencatat inflasi bulanan tipis sebesar 0,03% (mtm).

Baca juga: Kontras Ekonomi Penyangga IKN: Balikpapan Deflasi, PPU Inflasi

Secara tahunan, inflasi Balikpapan tercatat 1,81% (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan angka nasional (2,86% yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional (2,5% $\pm$ 1%).

Namun, di balik angka yang tenang tersebut, terdapat dinamika menarik yang didorong oleh gabungan faktor global (harga emas) dan masalah logistik domestik (BBM Solar dan cuaca).

Emas dan Logistik Pemicu Utama Inflasi

Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi menuturkan, inflasi Balikpapan pada Oktober 2025 didominasi oleh Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil 0,26% mtm.

Komoditas yang mendominasi kenaikan harga adalah cerminan dari tekanan global dan rantai pasok lokal yakni emas perhiasan, dnegan permintaan lokal meningkat seiring tren kenaikan harga emas dunia.

Baca juga: Alarm Merah Inflasi IKN Berbunyi, BI Kaltim Siapkan Jurus 4K

Sementara air kemasan bergantín pada kebijakan distributor menaikkan harga akibat biaya operasional distribusi yang meningkat.

Adapun masalah distribusi BBM Solar yang mengakibatkan antrean panjang juga menjadi salah satu pemicu inflasi.

Berikutnya, semangka dan kangkung dengan pasokan yang terbatas dari Pulau Jawa dan produksi lokal akibat curah hujan tinggi.

Baca juga: Inflasi Dua Penyangga IKN Meningkat di Tengah Normalisasi Tarif Listrik

Kenaikan harga Air Kemasan adalah sorotan utama. Kenaikan ini disebabkan oleh cost-push inflation (inflasi dorongan biaya) akibat antrean panjang solar untuk kendaraan operasional distributor.

"Hal ini membuktikan bahwa efisiensi logistik (BBM) masih menjadi kerentanan terbesar dalam menjaga stabilitas harga di Balikpapan," cetus Robi, Rabu (5/11/2025).

Panen Melimpah dan Low Season Penerbangan

Di sisi lain, deflasi Balikpapan utamanya disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil deflasi 0,16% mtm.

Lima komoditas utama penyumbang deflasi adalah bawang merah dan kacang panjang dengan pasokan melimpah dari daerah sentra (Sulawesi dan Jawa) sejalan dengan musim panen.

Baca juga: Tekan Inflasi Ramadan, Kaltim Gandeng Ritel Modern Gelar Pangan Murah

Kemudian ikan layang dengan hasil tangkapan nelayan yang meningkat. Berikutnya angkutan udara yang ditandai penurunan tarif tiket karena masuknya periode low season (menurunnya permintaan).

Meskipun Balikpapan mencatat inflasi, kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi berada pada level yang sangat optimis.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 119,3, llebih tinggi dari September 2025, didorong oleh menguatnya persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan saat ini.

Daya beli masyarakat yang menguat terkonfirmasi oleh ledakan transaksi digital. Transaksi QRIS di Balikpapan tumbuh signifikan sebesar 150,31% (yoy) pada September 2025.

Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang mencatat deflasi 0,48% mtm, pertumbuhan QRIS bahkan lebih tinggi, yaitu 160,34% (yoy).

Baca juga: Inflasi di Bawah Nasional, Ada Ruang Ekonomi Kaltim Tumbuh

Lonjakan transaksi digital ini adalah bukti nyata bahwa aktivitas ekonomi di sekitar IKN meningkat pesat, didukung oleh masuknya proyek dan pekerja yang meningkatkan likuiditas pasar.

Ancaman Musim Hujan dan Nataru

Kantor Perwakilan Balikpapan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengidentifikasi dua risiko inflasi utama menjelang akhir tahun.

Prakiraan masuknya puncak musim hujan pada akhir tahun 2025 di daerah sentra produksi berisiko memengaruhi ketersediaan pasokan produk hortikultura.

Peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang jika tidak diimbangi stok memadai, akan mendorong kenaikan harga signifikan.

Baca juga: Inflasi di Kota-kota Penyangga IKN Lebih Rendah Dibanding Nasional

Dalam menghadapi risiko tersebut, BI Balikpapan bersama TPID Balikpapan, PPU, dan Paser berkomitmen memperkuat sinergi melalui Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah 2025-2027.

Di antaranya intervensi pasar dengan melaksanakan gelar pangan murah dan operasi pasar secara periodik.

Penguatan rantai pasok dengan mendorong Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dan penguatan efektivitas toko penyeimbang.

Mitigasi produksi dengan mendorong Gerakan Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk komoditas hortikultura (GNPIP).

Balikpapan membuktikan diri mampu menjaga inflasi tetap berada dalam rentang sasaran, namun tantangan logistik (BBM Solar) dan cuaca hortikultura tetap menjadi fokus pengawasan utama agar momentum optimisme konsumen dapat berlanjut tanpa terbebani harga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau