Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Demi Langit IKN dan ALKI II, Konstruksi Satrad Dipercepat, Pekerja Ditambah

Kompas.com, 5 November 2025, 23:09 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Antara

NUSANTARA, KOMPAS.com - Komitmen pemerintah terhadap kedaulatan wilayah udara, khususnya di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), kini memasuki babak krusial.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) sedang menggenjot pembangunan dua Satuan Radar (Satrad) baru yang sangat strategis, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan di Takalar, Sulawesi Selatan.

Baca juga: IKN Bakal Punya Benteng Kedaulatan Udara, TNI AU Bangun Lanud Permanen

Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (WAKASAU) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi turun langsung meninjau progres pembangunan pada Rabu (5/11/2025), memberikan perintah tegas yang menunjukkan skala prioritas tinggi proyek ini.

Dalam peninjauan tersebut, Tedi menggarisbawahi pentingnya ketepatan waktu dan kualitas kerja.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengonfirmasi adanya instruksi tegas tersebut.

Tedi meminta pihak pelaksana pembangunan infrastruktur untuk menambah pekerja sebanyak 4 kali lipat.

Baca juga: Survei Pemetaan Kawasan Bandara IKN, TNI AU Kerahkan Drone

Instruksi akselerasi ini bertujuan untuk mengantisipasi dua tantangan besar yang menghambat progres pembangunan Satrad.

Pertama adalah faktor cuaca, musim hujan di Kalimantan dan Sulawesi menjadi kendala teknis utama yang memperlambat pengerjaan infrastruktur.

Kedua, mengantisipasi libur Natal dan Idul Fitri yang dapat mengganggu kontinuitas pengerjaan proyek.

Penambahan personel hingga empat kali lipat ini menegaskan bahwa TNI AU memandang penyelesaian Satrad Banjarbaru dan Takalar adalah proyek dengan deadline non-negosiable demi keamanan nasional.

Mengunci ALKI II dan Langit IKN

Pembangunan dua Satrad baru ini dirancang untuk mencapai dua tujuan strategis utama di kawasan Indonesia bagian tengah hingga timur.

Kedua Satrad ini akan fokus memperketat pengawasan udara di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Baca juga: Sabtu Ini, Pesawat Tempur TNI AU Akan Demo Udara di IKN

ALKI II adalah jalur laut strategis yang membentang dari perairan selatan Kalimantan (Selat Makassar) hingga kawasan IKN dan terus ke timur.

Pengawasan ini vital untuk mendeteksi pergerakan ilegal atau ancaman yang melintasi jalur laut dan udara internasional di wilayah tersebut.

Kemudian membentengi IKN. Satrad Banjarbaru, yang lokasinya relatif dekat dengan IKN, akan menjadi bagian integral dari sistem pertahanan dan pengawasan udara di atas Ibu Kota Negara.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau